Jejak tapak kaki hewan diduga macan beberapa kali muncul di Semanu, Gunungkidul. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) akhirnya melakukan pengecekan.
Penemuan jejak macan itu sempat menghebohkan usai pada awal Januari lalu. Jejak macan itu konsisten ditemukan di sekitar lokasi pembangunan Ponpes di Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul.
Bahkan, beberapa orang mengaku sempat melihat langsung macan di sekitar lokasi. Misalnya, Jono (60), pekerja proyek yang mengaku sudah beberapa kali melihat harimau di Panggul Kulon. Menurutnya, hal itu terjadi saat musim kemarau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sering (lihat), saat sudah tidak ada air, yang penting jangan diganggu. Pernah saya duduk dan lewat didiamkan saja, jangan dilempar," katanya pada Jumat (2/1) lalu.
Lokasi ditemukannya jejak diduga harimau di lokasi proyek, Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Jejak Macan Kembali Ditemukan
Jejak macan kembali ditemukan pada Senin (12/1). Warga Panggul Kulon sekaligus pekerja proyek, Heru Purwanto (56), menyebut mendapat info jejak macan ditemukan saat pagi hari.
"Kebetulan hari ini saya tidak masuk kerja dan teman saya mengabari kalau ada temuan jejak macan lagi, untuk kejadiannya pukul 07.30 WIB," kata Heru saat dihubungi detikJogja, Senin (12/1/2026).
Heru melanjutkan jumlah jejak diduga macan kali ini lebih banyak ketimbang saat temuan pertama. Selain itu, jarak antar-jejak sekitar satu meter.
Jejak harimau tertangkap kamera pekerja proyek di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja |
Heru pun semakin yakin jika jejak itu adalah jejak macan. Terlebih beberapa waktu lalu ada operator ekskavator yang melihat adanya macan di sekitar lokasi proyek pembangunan ponpes.
"Kemungkinan tetap macan, karena pernah kelihatan kok, dan ada orang yang lihat juga," ucapnya.
Hasil Pengecekan BKSDA
BKSDA akhirnya memutuskan untuk mendalami lebih jauh soal jejak diduga macan itu. Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Jogja telah mendatangi lokasi kemunculan jejak diduga macan di Semanu. BKSDA juga berkonsultasi dengan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan dan Yayasan konservasi SINTAS Indonesia.
"Hasil pengecekan tim resort KSDA Gunungkidul kami konsultasikan ke Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik dan ke SINTAS, lalu diduga itu jejak anjing," katanya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (17/1/2026).
Namun, BKSDA belum mau menyimpulkan. Rencananya BKSDA akan memasang kamera trap untuk membuktikan terkait jejak kaki hewan itu.
"Koordinasi itu terkait rencana pemasangan kamera trap untuk memastikan jenis satwa," ujarnya.
"Hasil koordinasi tercapai kesepakatan akan dipasang beberapa kamera trap pada lokasi-lokasi yang sudah kami tentukan," ucapnya.
(afn/afn)














































Komentar Terbanyak
Modus WNA Akali Izin Tinggal Diungkap: Ngaku Inves Rp 30 M, Saldo Rp 400 Ribu
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...
Soal MBG Butuh 19 Ribu Ekor Sapi Per Hari, BGN: Hanya Pengandaian