InternasionalPenambang berlian di Sperrgebiet, Nam

Bangkai Kapal Potugis 500 Tahun Berisi Harta Karun Emas Ditemukan di Gurun

Rachmatunnisa - detikJogja
Sabtu, 17 Jan 2026 11:43 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dieter Noli)
Jogja -

Penambang berlian di Sperrgebiet, Namibia, menemukan bangkai kapal milik Portugis ketika menggali pasir gurun. Kapal yang teridentifikasi sebagai Bom Jesus itu memiliki muatan berupa emas, gading, dan tembaga.

Dilansir detikINET pada Sabtu (17/1/2026), Bom Jesus merupakan kapal dagang abad ke-16. Kapal tersebut hilang pada 1533 saat berlayar ke India.

Kapal tersebut ditemukan di area konsesi tambang dengan pengamanan ketat dekat Oranjemund pada 2008. Usai ditemukannya Bom Jesus, lokasi tersebut pun menyedot perhatian arkeolog kelautan, sejarawan, hingga ilmuwan iklim.

Meski berusia sekitar lima abad, Bom Jesus masih dalam kondisi luar biasa lantaran terawetkan pasir di Gurun Namib. Kapal tersebut mengangkut lebih dari 2.000 koin emas, sekitar 22 ton batangan tembaga, dan puluhan gading Afrika Barat. Jaringan perdagangan global awal penghubung Eropa, Afrika, dan Asia pun tercermin dalam susunan kargo kapal.

Kapal tersebut diduga terseret badai besar di sekitar Tanjung Harapan dan keluar jalur. Beruntungnya, Bom Jesus tertimbun pasir sehingga terlindungi dari air laut, organisme perusak, dan perubahan lingkungan.

Koin emas yang ditemukan dalam Bom Jesus. Foto: Dieter Noli

Disegel oleh Gurun

Penemuan Bom Jesus di daratan itu kemungkinan terjadi lantaran iklim ekstrem Gurun Namib yang sangat kering dan stabil. Studi ilmiah terbitan 2014 menjelaskan kondisi kering ekstrem dan perubahan garis pantai membuat lingkungan pengawetan langka sehingga kayu kapal, muatan logam, bahkan sisa kain dapat bertahan dalam kondisi nyaris utuh.

"Ini bukan sekadar situs arkeologi, melainkan kapsul waktu ekonomi dari era penjelajahan," kata Bruno Werz, Direktur African Institute for Marine and Underwater Research, Exploration and Education, dikutip dari The Daily Galaxy.

Dia mengatakan bukti fisik Bom Jesus yang masih lengkap itu menampilkan awal globalisasi, tidak hanya sebagai fragmen sejarah.

Berdasarkan hasil analisis muatan, tembaga yang ditemukan bersegel keluarga perbankan Fugger dari Jerman. Hal tersebut mengonfirmasi lintas negara mendukung pendanaan ekspedisi Portugis ke Samudra Hindia. Banyaknya koin emas Spanyol pun menandakan terlibatnya investor Spanyol yang lebih signifikan dari dugaan sebelumnya.



Simak Video "Video: Gali Harta Karun, 2 Orang Tewas di Antapani "


(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork