Suporter PSIM-Persib Buka Suara soal Ricuh di Jogja: Ada Simpang Siur Informasi

Suporter PSIM-Persib Buka Suara soal Ricuh di Jogja: Ada Simpang Siur Informasi

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Rabu, 27 Agu 2025 20:13 WIB
Pertemuan suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung di Mapolresta Jogja, Rabu (27/8/2025).
Pertemuan suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung di Mapolresta Jogja, Rabu (27/8/2025). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Kelompok suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung mengadakan rekonsiliasi yang difasilitasi oleh Polresta Jogja buntut dari ricuh usai laga PSIM vs Persib. Kedua suporter ini mengklarifikasi apa yang terjadi usai laga tersebut.

Pertemuan ini diikuti oleh dua wadah suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident. Kemudian dari Persib turut hadir perwakilan dari Viking, Bobotoh, dan Ultras Hooligan.

Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin alias Thole, menyambut baik rekonsiliasi ini. Dia menyebut keributan yang sempat menggegerkan Kota Jogja karena kesimpangsiuran isu yang melebar di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada intinya hal yang terjadi kemarin adalah lebih banyak kesimpangsiuran isu di lapangan melalui media sosial tentunya terkait kejadian di Pingit sebenarnya itu sudah diselesaikan," ujar Thole saat ditemui di Mapolresta Kota Jogja, Rabu (27/8/2025).

"Waktu itu juga kita mengutus teman-teman dari DPP dan saya langsung komunikasi dengan Pak Kapolres juga kemudian ada kejadian lain yang mungkin itu disangkut-pautkan, padahal itu sama sekali tidak terjadi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Thole menegaskan, dua kelompok suporter PSIM dan Persib sudah berdamai.

"Dengan pertemuan sore hari ini kita sudah sepakat antara Brajamusti, The Maident, Bobotoh, Viking, dan Ultras sudah tidak ada permasalahan," tegasnya.

Hal senada juga dibenarkan Ketua Viking, Tobias Ginanjar. Dia menyebut simpang siur informasi menyebabkan beberapa pihak yang tak bersalah menjadi korban.

"Buat kami di Bandung, Jogja itu selalu mendapatkan tempat yang istimewa. Kita tidak ingin ada permasalahan yang berlalu-larut dengan suporter PSIM. Kita ingin semuanya cepat selesai tidak melebar ke mana-mana kalau kronologisnya," kata Tobias.

"Sudah kita bicarakan sudah kita urai tadi hampir 2 jam lebih. Intinya semua itu terjadi karena cepatnya informasi saat ini di sosmed dan adanya kesimpangsiuran informasi yang tidak benar yang menyebabkan banyak pihak-pihak yang seharusnya tidak bersalah ikut menjadi korban," ujarnya.

Tobias berharap, peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran bagi seluruh suporter agar lebih bijak menyikapi informasi di media sosial.

"Teman-teman agar lebih bijak lagi menyikapi informasi di sosmed masing-masing supporter. Juga untuk tidak saling melempar isu yang tidak-tidak," katanya.

"Kemarin juga kita menemukan banyak pihak-pihak yang di luar Bandung dan Jogja yang ikut memanas-manasi juga. Jadi mudah-mudahan kita bisa tutup ruang-ruang untuk provokator seperti itu," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, juga berharap agar kejadian tersebut tak lagi terulang. Dia juga menegaskan agar suporter lebih bijak lagi dalam menanggapi simpang siur informasi di media sosial.

"Suporter PSIM dengan Persib dengan adanya kejadian kemarin kita tentunya mengharapkan permasalahan ini tidak berkembang dan bisa diselesaikan," kata Eva.

"Karena kita di Jogja ini ya memang mengedepankan kearifan lokal. Kita harapkan kita dari masing-masing ketua, banyak kesebar di media sosial informasi yang bermacam-macam jadi kita mengharapkan dari masing-masing ketua ini mengimbau kepada seluruh saudara-saudara yang harus bawa ini agar paham bahwa permasalahan ini tentunya sudah diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Eva turut memberikan tanggapan terkait satu unit bus yang rusak imbas kericuhan tersebut. Dia bilang, polisi akan melanjutkan jika ada laporan dari pemilik.

"Tentu kita akan menunggu, kalau ada laporan nanti ada laporan dari pemilik maka nanti akan kita lanjutkan," pungkasnya.




(rih/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads