Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdampak pada akses wisata di Penanjakan.
BB TNBTS membatasi aktivitas wisatawan, pelaku jasa wisata, dan masyarakat di Penanjakan hingga Lemah Pasar sejak Sabtu 17 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB.
Berdasarkan laporan detikJatim, Selasa (20/10/2026), kebakaran di sejumlah titik Bromo telah padam, tetapi kepulan asap masih terpantau di Penanjakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, wisatawan yang hendak berkunjung ke Bromo perlu memperhatikan pembatasan akses yang ditetapkan pengelola sebelum merencanakan perjalanan.
Baca juga: Apa Saja yang Menarik di Kabupaten Pasuruan? |
Apakah Seluruh Kawasan Wisata Bromo Ditutup?
Pembatasan akses akibat kebakaran berfokus pada kawasan Penanjakan dari sisi Kabupaten Pasuruan. Dalam pengumuman yang diterbitkan pada 17 Oktober 2026, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan aktivitas wisata dan warga di Penanjakan dan sekitarnya hanya diperbolehkan sampai Lemah Pasar.
Kebijakan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pembatasan dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan, pelaku jasa wisata, dan masyarakat di tengah penanganan kebakaran.
Sementara itu, data BB TNBTS mencatat 1.669 wisatawan mengunjungi kawasan Bromo pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri 1.612 wisatawan domestik dan 57 wisatawan mancanegara. Namun, angka ini tidak dapat dijadikan patokan bahwa seluruh akses wisata masih terbuka saat ini.
Wisatawan yang hendak berkunjung sebaiknya memeriksa pengumuman terbaru BB TNBTS untuk mengetahui apakah ada perubahan pembatasan. Pengunjung juga diimbau tidak melewati batas akses yang telah ditetapkan petugas.
Update Terbaru Kebakaran Bromo
BPBD Jawa Timur melaporkan kebakaran di kawasan Bromo, tepatnya di area Bukit Kembang, sisi timur Mentigen, termasuk Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, telah padam. Meski demikian, kepulan asap masih terpantau di wilayah Penanjakan.
Pada Selasa (20/10/2026), BPBD Jatim juga menyebut terdapat empat titik karhutla yang masih menjadi perhatian di Jawa Timur, yakni Gunung Bromo, Gunung Arjuno, Gunung Sigira di wilayah Tahura Raden Soerjo, serta kawasan Gunung Argopuro di Situbondo.
"Karhutla diBromo di area Bukit Kembang, sisi timurMentigen (Bukit Kembang Puncak Sari danPusungLingker) sudah padam. Namun masih ada kepulan asap di wilayah penanjakan. Saat ini aktivitas masyarakat sekitar tidakterdampak secara langsung," jelas Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Gatot membeberkan luasan wilayah yang terbakar di kawasan Gunung Bromo yakni 75,37 Hektare (Ha).
"Personel BPBD Jatim, BPBD Probolinggo, dan BPBD Pasuruan melanjutkan pemantauan perkembangan titik api dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Tim Gabungan saat ini melakukan pembasahan di wilayah Penanjakan," ungkapnya.
Imbauan untuk Wisatawan dan Pelaku Jasa Wisata
Balai Besar TNBTS mengimbau wisatawan, pelaku jasa wisata, dan masyarakat untuk mematuhi pembatasan akses serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengunjung juga perlu menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran dan merusak lingkungan.
Sebelum berangkat, wisatawan disarankan memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi Balai Besar TNBTS dan berkoordinasi dengan penyedia jasa wisata. Jangan memasuki area yang ditutup atau dibatasi sebelum pengelola mengumumkan perubahan status secara resmi.
