Apa Saja yang Menarik di Kabupaten Pasuruan?

Apa Saja yang Menarik di Kabupaten Pasuruan?

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 18 Sep 2026 16:00 WIB
Ilustrasi serba-serbi Kabupaten Pasuruan.
Ilustrasi serba-serbi Kabupaten Pasuruan. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Kabupaten Pasuruan memiliki beragam potensi yang menarik untuk diketahui. Tidak hanya dikenal melalui destinasi wisata, wilayah ini juga memiliki kawasan industri, sentra bunga, buah khas daerah, hingga kawasan konservasi tumbuhan.

Sejumlah potensi tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan. Mulai dari Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kebun Raya Purwodadi, sentra bunga sedap malam di Rembang, hingga Duku Rejoso yang menjadi salah satu buah khas daerah.

Apa Saja yang Menarik di Kabupaten Pasuruan?

Ada sejumlah hal yang membuat Kabupaten Pasuruan menarik untuk dikenali lebih jauh. Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari Instagram Pemprov Jatim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pasuruan Industrial Estate Rembang

Bicara soal industri di Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan punya kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang atau PIER. Kawasan ini berada di Kecamatan Rembang dan menjadi salah satu kawasan industri yang berkembang di Pasuruan.

PIER mulai beroperasi pada 1992 dengan luas sekitar 560 hektare. Sekitar 60 persen dari kawasan tersebut telah terbangun dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti jaringan air bersih, listrik, serta fasilitas pengolahan limbah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya PIER, kawasan industri di Kabupaten Pasuruan juga tersebar di sejumlah wilayah lain, seperti Beji, Gempol, Pandaan, Sukorejo, dan Rembang.

2. Kebun Raya Purwodadi

Kalau ingin melihat sisi lain Kabupaten Pasuruan, ada Kebun Raya Purwodadi di Kecamatan Purwodadi. Tempat ini bukan hanya kawasan hijau untuk bersantai, tetapi juga menjadi tempat konservasi berbagai jenis tumbuhan.

Kebun Raya Purwodadi didirikan pada 30 Januari 1941 oleh Dr Lourens Gerhard Marinus Baas Becking. Luasnya sekitar 85 hektare dan memiliki karakteristik iklim yang panas serta cenderung kering.

Di dalamnya terdapat berbagai taman tematik, seperti Taman Buah Lokal, Taman Obat, dan Taman Evolusi. Kebun Raya Indonesia juga mencatat Taman Buah Lokal di Kebun Raya Purwodadi memiliki 30 spesies dari 19 suku tanaman buah lokal.

3. Sentra Bunga Sedap Malam

Kabupaten Pasuruan juga punya sentra bunga sedap malam di Kecamatan Rembang. Bunga ini tumbuh cukup baik di wilayah tersebut karena kondisi lahannya mendukung untuk budidaya.

Ada dua varietas yang banyak dikembangkan, yakni Roro Anteng dan Dian Arum. Keduanya menjadi varietas unggulan sedap malam yang dibudidayakan petani setempat.

Bunga sedap malam dari Rembang juga tidak hanya beredar di sekitar Pasuruan. Hasil panennya dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Surabaya, dan Banyuwangi. Sebagian hasilnya bahkan dikirim ke luar Pulau Jawa, termasuk Mataram dan Makassar.

4. Duku Rejoso

Selain bunga sedap malam, ada pula buah yang cukup lekat dengan Kabupaten Pasuruan, yakni Duku Rejoso. Sesuai namanya, duku ini berasal dari Kecamatan Rejoso.

Duku Rejoso dikenal dengan rasanya yang manis, bijinya kecil, dan daging buahnya tebal. Pohon duku juga sudah lama ditanam oleh warga di sejumlah desa di Kecamatan Rejoso, bahkan banyak yang tumbuh di sekitar rumah.

Dalam data Pemkab Pasuruan, beberapa desa yang dikenal sebagai wilayah penghasil duku antara lain Pandanrejo, Kawisrejo, Rejoso Kidul, Sadeng, dan Toyaning.

Duku Rejoso kemudian diperkenalkan dengan nama Duku Repas, singkatan dari Duku Rejoso Pasuruan. Nama tersebut didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada 2023 untuk memperkuat identitas buah khas tersebut.

Potensi duku di Rejoso pun masih bertahan. Pada Maret 2026, petani di wilayah tersebut kembali memasuki masa panen raya. Saat itu disebut masih ada sekitar 1.000 pohon duku yang menghasilkan buah di empat desa utama, yakni Ketegan, Kawisrejo, Pandanrejo, dan Rejoso Kidul.

5. Potensi Wisata Alam

Selain potensi industri dan pertanian, Kabupaten Pasuruan juga punya banyak pilihan wisata alam. Pemerintah daerah mengelompokkan potensi wisatanya ke dalam beberapa jenis, mulai dari wisata alam, budaya, agro, hingga wisata minat khusus.

Untuk wisata alam, beberapa nama yang bisa ditemukan di Kabupaten Pasuruan antara lain Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Putuk Truno, Ranu Grati, Banyu Biru, dan Air Terjun Coban Baung.

Karakter tempatnya pun berbeda-beda. Ada yang menawarkan air terjun dan kawasan hutan, ada pula yang berupa danau dan pemandian alam. Selain wisata alam, Kabupaten Pasuruan juga memiliki sejumlah tujuan wisata budaya dan sejarah, seperti Candi Jawi dan Candi Gunung Gangsir.

6. Akses Wisata ke Gunung Bromo

Satu lagi yang membuat Kabupaten Pasuruan menarik adalah keberadaannya sebagai salah satu jalur menuju kawasan Gunung Bromo. Akses menuju Bromo dari sisi Pasuruan salah satunya melalui Kecamatan Tosari. Jalur ini menjadi salah satu pilihan wisatawan yang ingin menuju kawasan Bromo dari Kabupaten Pasuruan.

Namun, Gunung Bromo sendiri berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang wilayahnya mencakup beberapa kabupaten. Jadi, Bromo bukan seluruhnya berada di Kabupaten Pasuruan.

Kalau selama ini Pasuruan lebih sering dikenal karena destinasi wisatanya, ternyata ada banyak hal lain yang menarik untuk dikenali. Potensi tersebut membuat Kabupaten Pasuruan punya banyak cerita, dari industri dan pertanian sampai konservasi dan wisata.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads