Mengintip Rumah Gajah Mungkur Gresik, Warisan para Saudagar Sejak 1896

Mengintip Rumah Gajah Mungkur Gresik, Warisan para Saudagar Sejak 1896

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 21:00 WIB
Rumah Gajah Mungkur di Gresik
Rumah Gajah Mungkur di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/ detikjatim)
Gresik -

Di tengah kawasan perkotaan Gresik, Jawa Timur, terdapat sebuah rumah tua yang menyimpan perjalanan panjang sebuah keluarga saudagar. Rumah tersebut dikenal sebagai Rumah Gajah Mungkur, bangunan heritage yang telah berdiri lebih dari seabad dan masih menyimpan berbagai bagian asli, mulai dari kaca jendela, pintu, lemari kayu, hingga jam tua.

Bukan hanya bangunannya yang menarik perhatian. Nama Gajah Mungkur ternyata berasal dari posisi patung gajah di depan rumah yang dibuat membelakangi jalan. Di balik keunikan tersebut, tersimpan kisah perdagangan lintas negara, , perpaduan arsitektur berbagai kebudayaan, hingga cerita sejarah Gresik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sejarah Rumah Gajah Mungkur Gresik

Rumah Gajah Mungkur berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem Nomor 38, Kecamatan Gresik. Bangunan ini didirikan oleh Hadji Djaelan bin Oemar mulai 1896 dan selesai serta mulai ditempati pada 1901.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Gajah Mungkur di GresikRumah Gajah Mungkur di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/ detikjatim)

Menurut Akhmad Choiri, salah satu keturunan Hadji Djaelan, rumah tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari warisan keluarga.

"Dibangun oleh buyut saya sejak 1896, tapi baru ditempati 1901 sampai sekarang," kata Akhmad Choiri saat ditemui pada Rabu (17/9/2025).

ADVERTISEMENT

Kompleks Rumah Gajah Mungkur terdiri atas dua bangunan. Bangunan utama memiliki dua lantai, sembilan kamar, serta sebuah pos penjagaan. Dahulu, pos tersebut digunakan untuk memantau kapal-kapal yang bersandar di kawasan pelabuhan Gresik.

"Jadi yang rumah ini dulu itu dibuat tempat tinggal sampai sekarang. Terdapat sembilan kamar, untuk lantai atas dibuat sarang walet. Itu juga ada pos penjagaan yang saat itu dijaga oleh petugas dengan senjata dan digunakan untuk memantau jika ada kapal yang bersandar di pelabuhan," ujar Choiri.

Sementara itu, bangunan bercat merah di samping rumah utama dahulu berfungsi sebagai rumah singgah bagi tamu-tamu Hadji Djaelan. Bangunan tersebut kini telah diwariskan kepada ahli waris keluarga.

"Untuk rumah yang warna merah itu dulu untuk rumah singgah tamu-tamu buyut saya. Sekarang sudah diwariskan kepada ahli waris," jelas Choiri.

Lokasi dan Cara Berkunjung ke Rumah Gajah Mungkur

Rumah Gajah Mungkur berlokasi di Jalan Nyai Ageng Arem-arem Nomor 38, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Rumah Gajah MungkurRumah Gajah Mungkur (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Berbeda dengan destinasi wisata yang dapat didatangi kapan saja, kunjungan ke Rumah Gajah Mungkur perlu dikonfirmasi terlebih dahulu. Hal ini penting karena bangunan tersebut merupakan rumah warisan keluarga dan tidak selalu dibuka untuk menerima pengunjung.

Informasi dalam naskah ini menyebutkan pengunjung dapat menghubungi admin melalui akun Instagram @gskheritage sebelum datang. Dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu, pengunjung dapat memastikan rumah sedang dapat menerima tamu dan menghindari kedatangan ketika lokasi sedang ditutup.

Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk kunjungan. Meski demikian, karena Rumah Gajah Mungkur juga merupakan hunian keluarga dan bagian dari warisan pribadi, pengunjung tetap perlu menjaga sikap selama berada di lokasi.

Daya Tarik Rumah Gajah Mungkur

Melihat Langsung Perabotan Antik

Salah satu daya tarik wisata Rumah Gajah Mungkur Gresik adalah kesempatan melihat langsung berbagai benda peninggalan keluarga.

Rumah Gajah Mungkur di GresikRumah Gajah Mungkur di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/ detikjatim)

Meja, kursi, lemari kayu, cermin, pintu, kaca jendela, hingga jam tua masih menjadi bagian dari interior rumah. Sebagian benda tersebut telah berusia sangat lama dan tetap dipertahankan di tempat asalnya.

Interior rumah juga memperlihatkan suasana tradisional yang kuat. Kain-kain batik khas Gresik dipajang di sejumlah bagian ruangan dan ditata berdampingan dengan lemari kayu klasik.

Selain kain batik, pengunjung dapat menemukan berbagai benda yang berkaitan dengan tradisi membatik, seperti canting, piring keramik antik, ukiran kayu, serta sejumlah ornamen dan potret keluarga.

Kondisi tersebut membuat kunjungan ke Rumah Gajah Mungkur terasa seperti melihat langsung bagian dari perjalanan sebuah keluarga, bukan sekadar mendatangi bangunan tua.

Tempat Belajar Sejarah Gresik

Suasana rumah tua, perabotan peninggalan, koleksi batik, serta cerita keluarga membuat Rumah Gajah Mungkur memiliki daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah Gresik dari sisi berbeda.

Akhmad Choiri yang merupakan pewaris sekaligus penerus usaha Batik Gajah Mungkur mengatakan, kunjungan ke rumah tersebut datang dari berbagai kalangan. Mulai dari sekolah, mahasiswa, hingga pejabat pernah mengajukan permintaan kunjungan, baik dari Gresik maupun luar daerah.

"Kalau surat, mungkin sudah ada ratusan yang saya terima. Tapi kalau pengunjung, rata-rata paling tinggi pada tahun 2023 bisa di total mungkin jumlahnya sekitar 7.000 orang," ujar Choiri.

Bagi Choiri, semakin banyak orang yang datang untuk mengenal Rumah Gajah Mungkur menjadi hal yang membahagiakan. Ia berharap keberadaan rumah dan usaha keluarga yang diteruskan dari generasi ke generasi dapat membantu masyarakat mengenal kearifan lokal Gresik.

Kunjungan ke tempat ini pun menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata pada umumnya. Pengunjung tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga dapat memahami bagaimana aktivitas perdagangan, perjalanan antarnegara, kebudayaan, dan kehidupan keluarga pada masa lalu meninggalkan jejak di sebuah rumah.

Mengapa Disebut Rumah Gajah Mungkur?

Salah satu hal yang membuat Rumah Gajah Mungkur berbeda dari bangunan heritage lainnya adalah asal-usul namanya.

Rumah Gajah Mungkur di GresikRumah Gajah Mungkur di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/ detikjatim)

Di depan rumah terdapat patung gajah yang sengaja ditempatkan dengan posisi membelakangi jalan. Posisi tersebut kemudian menjadi dasar penyebutan "Gajah Mungkur". Dalam bahasa Jawa, "mungkur" merujuk pada posisi membelakangi.

"Patung Gajah ini dibangun buat tetenger (pertanda) rumah posisinya itu dibuat di depan rumah dengan kondisi membelakangi jalan bukan menghadap ke jalan. Jadi Mungkur dari jalan," kata Choiri pada Sabtu (20/9/2025).

Bagi keluarga, nama tersebut tidak sekadar menggambarkan posisi patung. Gajah Mungkur juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan kekuatan pengetahuan untuk menjauhkan manusia dari sifat buruk.

"Kalau menurut cerita dari buyut-buyut saya, kenapa kok dinamakan Gajah Mungkur, karena kekuatan besar tentang pengetahuan akan bisa membelakangi dari nafsu jahat, keserakahan dan hal buruk lainnya," jelas Choiri.

Filosofi tersebut membuat patung gajah di depan rumah tidak hanya menjadi penanda bangunan, tetapi juga bagian dari cerita yang diwariskan keluarga.

Arsitektur Rumah Memadukan Tiga Kebudayaan

Saat memasuki Rumah Gajah Mungkur, pengunjung dapat melihat karakter bangunan yang tidak terpaku pada satu gaya arsitektur. Rumah ini memadukan unsur Belanda, Tiongkok, dan Timur Tengah.

Rumah Gajah Mungkur di GresikRumah Gajah Mungkur di Gresik (Foto: Jemmi Purwodianto/ detikjatim)

Perpaduan tersebut tidak lepas dari perjalanan Hadji Djaelan sebagai saudagar. Ia disebut melakukan perjalanan perdagangan ke berbagai negara sekaligus menjalankan perjalanan haji menggunakan kapal.

"Dulu kan kakek buyut saya itu dagang ke luar negeri, sampai pergi haji sendiri naik kapal. Karena selama berdagang buyut saya itu menggunakan kapal. Jadi dari melihat bangunan-bangunan yang ada di Belanda, Tiongkok dan Arab itu kakek membuat desain sendiri," ujar Choiri.

Dari bagian luar, rumah ini menampilkan fasad bernuansa kolonial dengan sentuhan lokal. Warna krem mendominasi bangunan, berpadu dengan detail ornamen geometris dan atap berwarna merah marun.

Menara kecil dengan jendela melengkung serta jendela berwarna hijau toska memberikan kesan Eropa klasik. Sementara itu, deretan pot bonsai di bagian teras menambah suasana asri di sekitar bangunan.

Perpaduan berbagai unsur tersebut membuat Rumah Gajah Mungkur tidak hanya menarik dari sisi usia bangunan, tetapi juga dari cara sejarah perjalanan pemiliknya diterjemahkan ke dalam bentuk rumah.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Gresik, Rumah Gajah Mungkur dapat menjadi pilihan untuk melihat langsung warisan keluarga saudagar yang masih dipertahankan hingga kini. Sebelum berkunjung, pastikan menghubungi pengelola melalui @gskheritage untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads