Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tepatnya di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang. Titik api sudah mengarah ke bagian bawah atau savana Gunung Bromo. Sekat bakar dibuat untuk mencegah meluasnya area terdampak.
Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Sermeru Endrip Wahyutama menyatakan bahwa sekat bakar sudah dibuat pada beberapa titik untuk mencegah meluasnya kebakaran.
"Untuk mencegah meluasnya area terdampak telah dibuat sekat bakar," ujar Endrip ditemui di Kantor Balai Besar TNBTS Jalan Raden Intan, Kota Malang, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endrip mengaku, jika sekat bakar sudah dibuat sejak awal, ketika datang musim kemarau sebagai upaya pencegahan kebakaran di kawasan kaldera Gunung Bromo.
"Sekat bakar sudah dibuat awal, membuatnya butuh waktu sampai tiga hari, dan saat ini dibuat lagi pada titik lain, untuk mencegah meluasnya kebakaran," akunya.
Menurut Endrip, sekat bakar dinilai efektif menangani kawasan kaldera Gunung Bromo, jika terjadi kebakaran. Karena sejauh ini upaya pemadaman hanya dapat dilakukan dengan sistem gebyok atau manual.
Meskipun petugas sudah dilengkapi jet shooter dan menyiagakan mobil pemadam kebakaran di kawasan Watugede.
"Sekat bakar cukup efektif, karena medan menjadi kendala selama ini, dengan sudut kemiringan yang cukup membahayakan," tuturnya.
Untuk model sekat bakar sendiri, Endrip menjelaskan dibuat dengan memanfaatkan semak belukar dengan lebar 5 sampai 10 meter. Garis pemisah itu disebut dapat mencegah api merembet ke wilayah lain atau munculnya titik api baru.
"Sekat bakar dibuat dengan memangkas semak belukar yang lebarnya 5 sampai 10 meter," bebernya.
Sejauh ini, Endri mengatakan titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan dan Jantur telah menjalar menuju savana Gunung Bromo.
Sejumlah vegetasi yang sejak lama tumbuh di kawasan tersebut diketahui hangus terbakar. Di antaranya adalah cemara gunung, metigi, pasang, randu basin, akasia serta semak belukar.
"Yang terdampak kebakaran, vegetasi biasa tumbuh kawasan itu, meliputi cemara gunung, metigi, akasia dan semak belukar," pungkasnya.
TNBTS juga belum dapat menghitung luas area yang terdampak kebakaran. Penghitungan akan dilakukan setelah penanganan kebakaran tuntas dilakukan.
