Kebakaran Bromo Meluas ke Probolinggo, Luas Terbakar Hampir 8 Hektare

Kebakaran Bromo Meluas ke Probolinggo, Luas Terbakar Hampir 8 Hektare

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 04 Agu 2026 14:21 WIB
Upaya petugas melakukan pemadaman Kebakaran Bromo.
Upaya petugas melakukan pemadaman Kebakaran Bromo. (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo terus meluas. Api yang sebelumnya membakar Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang kini telah merembet hingga kawasan Watu Gede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Tim gabungan dari BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Perhutani, TNI, Polri, relawan hingga masyarakat masih berjibaku memadamkan api yang terus bergerak ke arah timur.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan kobaran api yang sempat mendekati wilayah Probolinggo kini berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih bertahan di lokasi karena titik api lain masih aktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah padam untuk yang mengarah ke wilayah Kabupaten Probolinggo dekat titik wilayah kami. Tetapi personel masih melakukan pemadaman karena api di lokasi lain masih menyala dan merembet ke arah timur," kata Oemar kepada detikJatim, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, api mulai masuk ke wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 08.20 WIB. Personel kemudian melakukan pemadaman di jalur Blok Bantengan hingga Pusung Jantur.

ADVERTISEMENT

Data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7,9 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring pendataan di lapangan.

Petugas memadamkan api menggunakan peralatan manual berupa kepyok dan backpack sprayer. Medan yang curam membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bang Bang Suriano mengatakan keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam operasi pemadaman.

"Lokasi kebakaran berada di lereng Kaldera Tengger yang sangat terjal. Karena itu kami mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas. Upaya pemadaman tetap dilakukan semaksimal mungkin dengan melibatkan seluruh unsur," ujarnya.

Menurut Bang Bang pemadaman melibatkan petugas TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Perhutani, TNI, Polri, pemandu wisata, relawan, serta masyarakat Desa Ranu Pani dan Desa Radas.

Ia menambahkan hingga kini luas pasti area yang terbakar masih dalam proses pendataan karena seluruh tim masih fokus mengendalikan kobaran api.

Akibat kebakaran itu, Balai Besar TNBTS masih menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8/2026) malam. Penutupan berlaku untuk jalur masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.

Sedangkan wisatawan masih bisa memasuki kawasan Bromo melalui pintu Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Pengunjung hanya diperbolehkan berwisata hingga kawasan Lautan Pasir dan dilarang memasuki area Savana.

Hingga Selasa siang, petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk mengisolasi titik api agar tidak kembali meluas ke kawasan lain di lereng Gunung Bromo.

Saksikan Live DetikSore :



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads