Awas! Ini Daftar Hutan Gunung di Jatim yang Rawan Terbakar Saat Kemarau

Awas! Ini Daftar Hutan Gunung di Jatim yang Rawan Terbakar Saat Kemarau

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 30 Mei 2026 14:15 WIB
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto usai menerima kunjungan pejabat Australia di Kantor BPBD Jatim.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto usai menerima kunjungan pejabat Australia di Kantor BPBD Jatim (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi lebih kering dibanding tahun sebelumnya dan bisa menyebabkan potensi terjadinya kebakaran di hutan gunung.

Lalu, mana saja hutan yang rawan terbakar saat kemarau?

"Semua hutan di wilayah Jawa Timur punya potensi kebakaran saat musim kemarau, termasuk hutan gunung," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (30/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot membeberkan sejumlah hutan gunung yang rawan terbakar yakni di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kemudian di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang masuk di wilayah Malang, Mojokerto, dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

"Kalau di TNBTS areanya sangat rawan, ekosistem sabana sabana luas dan kering. Ditambah aktivitas manusia yang tinggi di TNBTS serta faktor alam," jelasnya.

"Kalau di Tahura Raden Soerjo diketahui punya riwayat kebakaran hebat, sulit dipadamkan karena curamnya medan, tersebar di beberapa kabupaten, dan anginnya kencang," tambahnya.

Gatot lalu menyebut Gunung Lawu yang ada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah juga rawan terjadi kebakaran.

"Di Gunung Lawu sisi Timur sangat rawan. Sebab anginnya sangat kencang, dan sangat kering. Titik api sepanjang riwayatnya banyak terjadi di Jogorogo. Gunung Lawu ini masuk Jatim dan Jateng, kalau Jatim masuk di Ngawi-Magetan. Vegetasinya juga kering, ditambah ada lalu lintas manusia yang melakukan pendakian," jelasnya.

Selain itu, Gatot menyebut Gunung Argopuro, Gunung Ijen, Gunung Penanggungan juga punya potensi terjadi kebakaran saat musim kemarau.

"Banyak semak belukar yang mudah terbakar di jalur pendakian. Kami imbau para pendaki bisa menjaga kondisi lingkungan di sekitar gunung, jangan buang sampah sembarangan," jelasnya.

"Yang penting masyarakat juga perlu menjaga dan memperhatikan apabila akan melakukan bersih-bersih, bakar sampah atau merokok perlu dipadamkan dengan sempurna dan ingat bahwa bara api bisa menjadi api besar dengan adanya angin yang berhembus," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads