Bagi Anda yang ingin menikmati wisata dengan suasana berbeda, dapat mengunjungi wisata petik melon hidroponik di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.
Di dalam greenhouse berukuran 11 x 24 meter tersebut dibudidayakan sekitar 600 batang melon dari varietas Sweet Lavender, Sweet Net, dan Petravani.
Dengan sistem pertanian hidroponik, Muhammad Ghaulam berhasil membudidayakan melon berdaging oranye yang memiliki tekstur crunchy dan cita rasa manis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah melon tersebut dapat dipanen setelah berusia 50-58 hari sejak masa tanam. Setiap buah bahkan bisa mencapai berat hingga 3 kilogram.
"Wisata petik melon hidroponik ini menawarkan wisata edukasi dan petik melon sehingga pengunjung bisa memanen melon secara langsung," ujar Pengelola Wisata Muhammad Ghaulam kepada detikJatim, Sabtu (1/8/2026).
Di wisata petik melon hidroponik Menara Farm, pengunjung tidak hanya dapat memanen melon langsung dari pohonnya, tetapi juga belajar mengenai teknik budidaya melon dengan sistem hidroponik.
Pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung. Terlebih, melon yang dipanen masih dalam kondisi segar sehingga bisa langsung dinikmati.
"Kesannya menyenangkan karena kita bisa belajar budidaya melon hidroponik serta panen secara langsung," ujar salah satu wisatawan, Ridho.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman tersebut, cukup membayar melon yang dipanen dengan harga Rp25.000 per kilogram.
