Kali Cokel Pacitan: Daya Tarik, Lokasi, Harga Perahu dan Tips Berkunjung

Kali Cokel Pacitan: Daya Tarik, Lokasi, Harga Perahu dan Tips Berkunjung

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 24 Jul 2026 15:15 WIB
Kali Cokel
Kali Cokel Pacitan. Foto: Alfry Royadi/d'Traveler
Pacitan -

Pacitan dikenal sebagai kota dengan deretan pantai indah, mulai dari Pantai Klayar hingga Pantai Watu Karung. Namun, di balik populernya wisata pantai tersebut, terdapat destinasi lain yang menawarkan pengalaman berbeda, yakni Kali Cokel, sungai berair hijau yang berada di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Keindahan sungai yang diapit pepohonan kelapa membuat Kali Cokel kerap dijuluki "Amazon Pacitan" atau "Amazon Jawa Timur". Pengunjung dapat menyusuri aliran sungai menggunakan perahu sambil menikmati panorama sungai, hutan pesisir, hingga muara yang menghadap laut.

Lantas, apa saja daya tarik Kali Cokel, bagaimana rute menuju lokasinya, dan kapan waktu terbaik untuk berkunjung? Simak ulasan lengkapnya Kali Cokel Pacitan berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Kali Cokel Pacitan

Sebelum menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Pacitan, Kali Cokel merupakan sungai alami yang berada di kawasan wisata Watukarung. Lokasinya masih satu kawasan dengan Pantai Kasap sehingga banyak wisatawan mengunjungi dua tempat tersebut dalam satu perjalanan.

Berdasarkan unggahan resmi Facebook Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Prokim) Kabupaten Pacitan, Kali Cokel menjadi alternatif wisata sungai selain Sungai Maron.

ADVERTISEMENT

Jika Sungai Maron menawarkan jalur susur sungai sekitar empat kilometer, lintasan wisata di Kali Cokel relatif lebih pendek, yakni sekitar 500 meter sehingga lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Keunikan utama Kali Cokel terletak pada warna airnya yang cenderung hijau, terutama saat kondisi air laut sedang pasang. Dipadukan dengan deretan pohon kelapa di sepanjang tepian sungai, pemandangan tersebut membuat banyak wisatawan menyebutnya mirip kawasan Sungai Amazon dalam versi yang lebih kecil.

Kenapa Kali Cokel Dijuluki "Amazon Pacitan"?

Julukan "Amazon Pacitan" muncul karena suasana sungainya yang berbeda dari kebanyakan sungai di Indonesia. Air sungai tampak hijau jernih, mengalir tenang di antara vegetasi yang masih alami sehingga menciptakan panorama tropis yang khas.

Dilansir Traveloka, Kali Cokel menjadi salah satu destinasi yang viral di media sosial karena menawarkan pengalaman menyusuri sungai dengan latar pepohonan hijau yang lebat.

Pemandangan tersebut membuat banyak pengunjung merasa seolah berada di kawasan sungai tropis di luar negeri. Meski demikian, julukan "Amazon Pacitan" merupakan istilah populer dari masyarakat dan wisatawan, bukan nama resmi destinasi tersebut.

Lokasi Kali Cokel Pacitan

Kali Cokel berada di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Lokasinya sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Pacitan atau dapat ditempuh kurang lebih satu jam menggunakan kendaraan bermotor.

Yang menarik, lokasi parkir Kali Cokel menyatu dengan area parkir Pantai Kasap sehingga wisatawan dapat mengunjungi kedua destinasi tersebut dalam satu kali perjalanan.

Rute Menuju Kali Cokel

Dari pusat Kota Pacitan, perjalanan dapat diarahkan menuju kawasan Pantai Watu Karung. Setelah melewati loket masuk Pantai Watu Karung, pengunjung mengambil jalur kiri hingga melewati jembatan yang membentang di atas Kali Cokel.

Selanjutnya cukup mengikuti papan petunjuk menuju Pantai Kasap hingga tiba di area parkir yang menjadi akses menuju wisata sungai tersebut.

Pengguna transportasi umum dapat naik angkutan dari Terminal Pacitan menuju arah Tawangmangu. Kemudian turun di Desa Jemblung, dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju lokasi wisata.

Daya Tarik Kali Cokel Pacitan

Daya tarik utama Kali Cokel bukan hanya berada pada warna air sungainya, tetapi juga pengalaman menikmati lanskap pesisir dari sudut pandang yang berbeda.

Perjalanan biasanya dimulai dari kawasan muara menuju bagian hulu sungai. Selama menyusuri aliran sungai, pengunjung akan melihat pepohonan kelapa yang tumbuh rapat di kedua sisi sungai dengan suasana yang relatif tenang.

Apabila kondisi ombak sedang bersahabat, perjalanan bahkan dapat berlanjut hingga memasuki teluk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Watu Karung. Dari laut, wisatawan dapat menikmati gugusan pulau karang yang sering disebut sebagai "Raja Ampatnya Pacitan".

Pengalaman Susur Sungai di Kali Cokel

Aktivitas yang paling diminati wisatawan saat berkunjung ke Kali Cokel adalah menyusuri aliran sungai menggunakan perahu. Selama perjalanan, pengunjung akan menikmati pemandangan sungai berair kehijauan yang diapit deretan pohon kelapa serta suasana alam yang masih asri hingga menuju kawasan muara.

Di lokasi tersedia dua pilihan perahu, yakni perahu bermotor yang dikemudikan oleh operator dan perahu tradisional yang didayung sendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman yang lebih santai.

Untuk menikmati wisata susur sungai di Kali Cokel, tarif naik perahu berkisar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per orang, tergantung jenis perahu, kebijakan pengelola, serta kondisi kunjungan.

Sementara penyewaan perahu tradisional dapat ditanyakan langsung kepada pengelola di lokasi. Karena tarif dapat berubah sewaktu-waktu, pengunjung disarankan mengonfirmasi harga sebelum memulai perjalanan.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Kali Cokel

Salah satu hal yang sering tidak diketahui wisatawan adalah kondisi pasang surut laut berpengaruh terhadap keindahan Kali Cokel. Waktu terbaik menyusuri Kali Cokel adalah ketika air laut sedang pasang.

Pada saat itu, debit air sungai meningkat dan warna air terlihat lebih hijau sehingga panorama sungai menjadi lebih menarik. Jadi, wisatawan disarankan mengecek jadwal pasang surut laut sebelum datang agar pengalaman berkunjung lebih maksimal.

Fasilitas yang Tersedia di Kali Cokel

Sebagai destinasi wisata yang semakin dikenal wisatawan, Kali Cokel telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Di sekitar kawasan wisata tersedia beberapa fasilitas berikut.

  • Area parkir
  • Warung makan
  • Toilet
  • Musala
  • Penyewaan perahu untuk susur sungai

Tips Berkunjung ke Kali Cokel

Sebelum menikmati keindahan Kali Cokel, ada baiknya pengunjung mempersiapkan diri agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan saat berkunjung.

  • Gunakan jaket pelampung saat menyusuri sungai untuk mengutamakan keselamatan selama berada di atas perahu.
  • Datang pada pagi atau sore hari. Selain cuaca lebih sejuk, pencahayaan alami juga lebih baik untuk menikmati panorama dan berfoto.
  • Pilih waktu saat air laut pasang. Kondisi ini membuat debit air meningkat sehingga warna sungai tampak lebih hijau.
  • Konfirmasi tarif sebelum naik perahu. Harga sewa dapat berubah sesuai kebijakan pengelola dan kondisi kunjungan.
  • Jaga kebersihan kawasan wisata. Buang sampah pada tempatnya agar keindahan Kali Cokel tetap terawat.

Kali Cokel atau Sungai Maron, Mana yang Lebih Menarik?

Secara umum, Sungai Maron menawarkan lintasan susur sungai yang lebih panjang dengan karakter sungai yang menyerupai hutan tropis.

Sementara Kali Cokel memiliki rute yang lebih singkat, tetapi menawarkan keunggulan berupa lokasi yang menyatu dengan kawasan Pantai Kasap dan muara laut, sehingga wisatawan dapat menikmati dua panorama sekaligus dalam satu perjalanan.

Pilihan terbaik bergantung pada pengalaman wisata yang diinginkan. Jika ingin susur sungai yang santai dengan akses mudah ke pantai, Kali Cokel bisa menjadi pilihan menarik.

Bagi wisatawan yang memiliki waktu lebih, kedua destinasi ini juga bisa dikunjungi dalam satu hari karena sama-sama berada di kawasan wisata Pacitan. Dengan begitu, pengalaman menikmati wisata sungai akan terasa lebih lengkap.

Dengan panorama sungai hijau, pepohonan tropis yang rimbun, dan lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Kasap, Kali Cokel menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibanding destinasi lain di Pacitan.

Jika sedang merencanakan liburan ke Kota 1.001 Goa, tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan, terutama bagi pencinta wisata alam yang ingin menikmati suasana tenang di luar keramaian pantai.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads