- Mengapa Gunung Bromo Selalu Ramai Wisatawan?
- Daya Tarik Gunung Bromo 1. Sunrise Gunung Bromo yang Selalu Dinanti 2. Kawah Gunung Bromo 3. Pesona Pasir Berbisik yang Ikonik 4. Padang Savana dan Bukit Teletubbies 5. Bukit Widodaren, Spot yang Masih Jarang Diketahui 6. Jembatan Kaca Seruni Point, Ikon Baru Wisata Bromo
- Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Bromo
- Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung ke Gunung Bromo
Gunung Bromo telah lama menjadi ikon wisata alam di Jawa Timur yang hampir tidak pernah kehilangan pesonanya. Setiap musim liburan maupun akhir pekan, kawasan ini selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Panorama matahari terbit memang menjadi magnet utama Gunung Bromo. Namun, pesona destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini tidak hanya berhenti pada momen matahari muncul dari balik pegunungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung Bromo menawarkan perpaduan lanskap pegunungan vulkanik, lautan pasir luas, padang savana hijau, budaya masyarakat Tengger, hingga berbagai aktivitas wisata yang memberikan pengalaman berbeda dalam satu perjalanan. Tak heran banyak orang memilih kembali ke Bromo meski sudah pernah berkunjung.
Mengapa Gunung Bromo Selalu Ramai Wisatawan?
Gunung Bromo merupakan bagian dari kawasan TNBTS, salah satu kawasan konservasi paling penting di Indonesia. Taman nasional ini mencakup wilayah Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna pegunungan, kawasan TNBTS juga memiliki nilai konservasi yang tinggi. UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai bagian dari cagar biosfer sebagai bentuk pengakuan atas pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan.
Keunggulan lain yang membuat Bromo selalu diminati adalah akses menuju kawasan wisata yang semakin mudah. Wisatawan dapat masuk melalui beberapa pintu masuk.
Seperti Cemoro Lawang di Probolinggo, Tosari di Pasuruan, maupun Tumpang di Malang. Beragam pilihan paket wisata juga memudahkan pengunjung menikmati seluruh destinasi utama tanpa harus menyusun perjalanan sendiri.
Daya Tarik Gunung Bromo
Keindahan Gunung Bromo tidak hanya terletak pada panorama matahari terbit yang mendunia. Berikut sejumlah daya tarik Gunung Bromo yang membuatnya selalu menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi.
1. Sunrise Gunung Bromo yang Selalu Dinanti
Bagi banyak wisatawan, pengalaman menikmati matahari terbit menjadi alasan utama datang ke Gunung Bromo. Bahkan, banyak pengunjung rela berangkat sejak tengah malam agar bisa tiba di titik pandang sebelum matahari muncul.
Wisatawan mengabadikan gambar matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya) |
Salah satu lokasi favorit adalah Penanjakan 1 yang berada di ketinggian sekitar 2.770 meter di atas permukaan laut. Dari titik ini, wisatawan dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru berdiri megah dengan latar langit yang perlahan berubah warna ketika matahari terbit.
Saat cuaca cerah, lautan kabut yang menyelimuti kaldera membuat pemandangan semakin dramatis. Suhu udara saat dini hari hingga menjelang subuh biasanya berkisar antara 3 hingga 8 derajat Celsius, sehingga wisatawan disarankan mengenakan jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala agar tetap nyaman.
2. Kawah Gunung Bromo
Belum lengkap rasanya berkunjung ke Bromo tanpa mendatangi kawahnya secara langsung. Setelah melintasi lautan pasir, wisatawan harus menaiki sekitar 225 anak tangga untuk mencapai bibir kawah.
Warga suku Tengger membawa sesaji saat upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya) |
Perjalanan tersebut memang cukup menguras tenaga, tetapi seluruh usaha akan terbayar ketika tiba di atas. Dari bibir kawah, pengunjung dapat melihat langsung aktivitas kawah Gunung Bromo yang masih aktif sekaligus menikmati panorama kaldera yang begitu luas.
Suasana khas pegunungan dengan aroma belerang yang sesekali tercium semakin menambah pengalaman unik saat berada di salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia.
3. Pesona Pasir Berbisik yang Ikonik
Lautan Pasir Bromo atau yang lebih dikenal sebagai Pasir Berbisik merupakan salah satu lanskap paling khas di kawasan TNBTS. Hamparan pasir vulkanik ini membentang sekitar 5.300 hektare dan mengelilingi kaki Gunung Bromo.
Wisatawan mengunjungi lokasi Berbisik Bromo. (Foto: M Rofiq/detikJatim) |
Nama "Pasir Berbisik" semakin populer setelah digunakan sebagai judul film karya sutradara Garin Nugroho pada 2001. Sebutan tersebut menggambarkan suara butiran pasir yang bergesekan ketika tertiup angin sehingga terdengar seperti bisikan halus.
Keindahan kawasan ini tidak hanya terletak pada luasnya hamparan pasir, tetapi juga perpaduan tebing kaldera, kabut, dan siluet pegunungan yang menjadikannya salah satu lokasi favorit untuk fotografi.
4. Padang Savana dan Bukit Teletubbies
Tidak semua sudut Bromo dipenuhi pasir dan bebatuan. Di sisi lain kawasan TNBTS terdapat Padang Savana yang luas dengan hamparan rerumputan hijau yang menyegarkan mata.
Pemandangan Savana Gunung Bromo (Foto: M Rofiq/ detikjatim) |
Di kawasan ini pula terdapat Bukit Teletubbies, perbukitan hijau bergelombang yang dinamai karena bentuknya menyerupai latar serial televisi Teletubbies.
Saat musim hujan, kawasan ini berubah menjadi hamparan hijau yang sangat indah dan menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto.
Perpaduan antara padang rumput, bukit-bukit kecil, dan langit biru menghadirkan suasana yang sangat berbeda dibandingkan area kawah maupun lautan pasir.
5. Bukit Widodaren, Spot yang Masih Jarang Diketahui
Selain Penanjakan, Gunung Bromo juga memiliki Bukit Widodaren yang menawarkan panorama tidak kalah menarik. Bukit ini berada di belakang Gunung Bromo, berdekatan dengan Gunung Batok dan Gunung Kursi. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati lanskap pegunungan dari sudut pandang yang berbeda.
Bukit Widodaren Gunung Bromo (Foto: Istimewa) |
Medan menuju Bukit Widodaren didominasi jalur berpasir sehingga kendaraan jeep menjadi pilihan transportasi yang paling aman dan nyaman. Karena belum seramai destinasi utama lainnya, Bukit Widodaren cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Bromo dengan lebih tenang.
6. Jembatan Kaca Seruni Point, Ikon Baru Wisata Bromo
Kawasan Bromo kini memiliki daya tarik baru berupa Jembatan Kaca Seruni Point. Jembatan ini membentang sepanjang sekitar 120 meter dengan lebar 1,8 meter di atas jurang sedalam sekitar 80 hingga 100 meter.
Jembatan Kaca Seruni Point Gunung Bromo (Foto: M Rofiq/ detikjatim) |
Destinasi tersebut mulai memasuki tahap uji coba pada 27 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional sebelum dibuka secara resmi untuk masyarakat. Selama masa uji coba, harga tiket sementara ditetapkan sebesar Rp 55 ribu per orang.
Secara teknis jembatan mampu menahan beban hingga enam ton, namun jumlah pengunjung yang berada di atas jembatan dibatasi sekitar 40 orang dalam satu waktu demi menjaga keamanan dan kenyamanan.
Keberadaan jembatan kaca ini menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dari sudut pandang berbeda.
Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Bromo
Selain menikmati pemandangan, ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di kawasan TNBTS. Salah satunya adalah menjelajahi kawasan Bromo menggunakan mobil jeep. Kendaraan ini menjadi moda transportasi utama karena mampu melintasi jalur pasir, tanjakan, dan medan berbatu dengan aman.
Menggunakan jeep, wisatawan dapat mengunjungi berbagai lokasi populer seperti Penanjakan, Bukit Widodaren, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, hingga Padang Savana dalam satu perjalanan. Harga sewa jeep umumnya berkisar antara Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung rute dan kapasitas kendaraan.
Wisatawan juga dapat menikmati sensasi berjalan di hamparan Pasir Berbisik sambil berburu foto berlatar Gunung Batok dan Gunung Bromo. Jika cuaca mendukung, awan yang bergerak turun menuju lautan pasir pada pagi hari menghadirkan pemandangan yang sangat memukau.
Bagi pencinta fotografi, berburu panorama matahari terbit dari Penanjakan, Bukit Cinta, maupun Bukit Mentigen menjadi aktivitas yang sayang untuk dilewatkan. Setiap lokasi menawarkan komposisi pemandangan yang berbeda sehingga banyak fotografer datang berulang kali untuk mendapatkan momen terbaik.
Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung ke Gunung Bromo
Musim kemarau umumnya menjadi waktu terbaik untuk menikmati keindahan Gunung Bromo karena peluang cuaca cerah lebih besar. Langit yang bersih membuat panorama matahari terbit dan lanskap pegunungan terlihat lebih jelas.
Agar mendapatkan pengalaman terbaik, wisatawan sebaiknya berangkat sejak tengah malam sehingga dapat tiba di lokasi sunrise sebelum fajar. Mengingat suhu udara sangat dingin, jangan lupa membawa jaket tebal, syal, sarung tangan, masker, serta alas kaki yang nyaman untuk berjalan di jalur berpasir.
Sebelum berkunjung, pastikan memilih operator jeep resmi demi keamanan perjalanan. Siapkan pula uang tunai secukupnya karena tidak semua lokasi menyediakan fasilitas pembayaran digital.
Selama berada di kawasan TNBTS, wisatawan juga diimbau menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Mengikuti arahan petugas dan menghormati kawasan konservasi menjadi bagian penting agar keindahan Gunung Bromo tetap terjaga.






