Libur Sekolah, Waspada Rip Current saat Berlibur di Pantai

Libur Sekolah, Waspada Rip Current saat Berlibur di Pantai

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 28 Jun 2026 13:40 WIB
Penjelasan Rip Current
Ilustrasi rip currents (Foto: usla.org)
Surabaya -

Memasuki musim libur sekolah, masyarakat yang berencana berwisata ke pantai dapat mewaspadai bahaya rip current. Fenomena ini bisa menyeret orang hingga ke tengah laut, bahkan yang memiliki kemampuan berenang sekalipun.

Peneliti senior Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Dr Ir Amien Widodo, mengingatkan bahwa sebagian besar pantai di Indonesia memiliki potensi rip current.

"Rip current merupakan arus yang gerakannya berarah tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini muncul berawal dari gelombang yang datang dari arah laut menuju pantai dan kembali ke arah laut," kata Amien, Minggu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arus ini sering terjadi di daerah sempit seperti di pantai yang terdapat endapan gumuk pasir, teluk, atau dermaga.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan, meski pengelola pantai telah memasang rambu peringatan dan menyiagakan penjaga pantai, kecelakaan akibat rip current masih kerap terjadi.

Amien mencontohkan peristiwa di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, pada 16 Juni 2026. Saat itu, tiga santri asal Ponpes Muhammadiyah Markas Quran Kediri terseret ombak ketika bermain air. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu santri ditemukan meninggal dunia.

Memasuki puncak liburan sekolah, kawasan pantai diprediksi akan dipadati wisatawan. Karena jumlah penjaga pantai tak sebanding dengan kunjungan wisatawan, ia meminta masyarakat membekali diri dengan pengetahuan mengenai bahaya rip current sebelum berwisata.

"Mengingat jumlah penjaga pantai tidak sebanding dengan jumlah wisatawan, maka sangat diharapkan setiap wisatawan sudah mengenal tentang rip current dan tahu apa yang akan dilakukan," tuturnya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan jika terjebak dalam arus rip antara lain tidak panik, berenang keluar dari arus baik ke kiri atau kanan dan berenang ke pantai. Sementara jika tidak bisa keluar, mengambang ikuti arus saja dan jika butuh bantuan diimbau teriak sambai melambaikan tangan.

Ia juga menyebut bahwa perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir membuat gelombang pasang berpotensi lebih tinggi sehingga kekuatan rip current ikut meningkat.

"Sebelum berangkat ke kawasan pantai bisa mendengarkan pengumuman gelombang pasang dari BMKG," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads