Mendaki gunung dengan trek panjang jelas membutuhkan tenaga, waktu, dan persiapan ekstra. Namun, ketika berhasil menaklukkannya, seluruh lelah seakan terbayar tuntas. Tak perlu pergi jauh ke luar negeri karena Indonesia sendiri memiliki beberapa gunung yang dikenal punya jalur pendakian yang jauh.
Waktu tempuhnya disebut bisa sampai berhari-hari sebelum mencapai puncak. Medannya pun bervariasi, mulai dari hutan lebat, sabana luas, hingga jalur terjal yang menguras fisik. Di Jawa Timur, ada dua gunung yang termasuk di dalamnya. Penasaran apa saja?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 Gunung dengan Trek Terpanjang
Indonesia memang surganya keindahan alam, termasuk gunungnya. Tak heran para pendaki kerap menantang diri untuk menikmati pemandangan tersebut, bahkan hingga ke trek tertinggi. Berikut deretan gunung di Indonesia yang dikenal punya trek pendakian terpanjang dan butuh waktu ekstra untuk menaklukkannya.
1. Gunung Leuser
Gunung Leuser. Foto: Gunung Leuser (agus/detikcom) |
Gunung Leuser dikenal sebagai salah satu gunung dengan trek pendakian terpanjang di Indonesia. Berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, gunung ini punya bentang alam luas dengan keanekaragaman hayati tinggi.
Ketinggiannya memang bukan yang paling ekstrem, hanya sekitar 3.119 mdpl. Namun, jalur menuju puncaknya terkenal panjang dan menguras tenaga. Ada beberapa jalur resmi yang bisa dipilih pendaki, namun jalur Kedah dan Agusan jadi yang paling populer.
Jalur Kedah banyak dipilih karena pemandangannya yang indah, sementara jalur Agusan dikenal ekstrem dari segi jarak. Panjang lintasannya bisa mencapai sekitar 50 kilometer, menjadikannya salah satu trek terpanjang di Indonesia.
Medannya beragam. Pendaki akan melewati hutan hujan tropis yang lebat, menyeberangi sungai, hingga jalur berbatu dan tebing. Kondisi ini bikin perjalanan terasa berat dan butuh kesiapan fisik serta logistik yang matang.
Tak heran, mayoritas pendaki membutuhkan waktu sekitar 7-8 hari untuk mencapai puncak, dengan durasi yang hampir sama untuk turun. Pendakian di Gunung Leuser lebih terasa bak ekspedisi panjang, bukan sekadar naik gunung biasa.
2. Gunung Argopuro
Gunung Argopuro. Foto: Chuk Shatu Widarsha |
Jawa Timur juga punya gunung dengan trek panjang yang terkenal di kalangan pendaki, yaitu Gunung Argopuro. Gunung ini berada di kawasan suaka margasatwa dan membentang di beberapa wilayah, seperti Probolinggo, Situbondo, Jember, hingga Bondowoso.
Dengan ketinggian sekitar 3.088 mdpl, Argopuro bukan yang tertinggi, tapi jalurnya termasuk salah satu yang paling panjang di Pulau Jawa. Untuk mencapai puncaknya, pendaki umumnya memilih jalur Baderan di Situbondo dengan panjang sekitar 40 kilometer.
Ada juga jalur alternatif via Bremi di Probolinggo, meski tidak sepopuler Baderan. Perjalanan menuju puncak biasanya memakan waktu sekitar 4-5 hari. Sepanjang perjalanan, jalur Argopuro menawarkan pemandangan yang beragam.
Pendaki akan melewati hutan hujan, sabana luas, hutan cemara, hingga kawasan edelweiss. Beberapa titik seperti Sungai Qolbu dan Danau Taman Hidup juga jadi daya tarik tersendiri.
Meski panjang dan cukup menguras tenaga, jalur Argopuro dikenal punya pemandangan yang worth it. Hamparan savana Cikasur hingga jejak sejarah seperti bekas landasan pesawat zaman Belanda jadi pengalaman yang sulit dilupakan.
3. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani. Foto: Ahmad Viqi/detik Bali |
Kalau berbicara tentang gunung dengan trek panjang tapi tetap jadi favorit, Gunung Rinjani hampir selalu masuk daftar. Gunung tertinggi kedua di Indonesia ini punya jalur pendakian yang menantang, tapi tetap ramai karena pemandangannya yang indah dari awal pendakian hingga puncak.
Gunung Rinjani menawarkan beberapa pilihan jalur dengan ketinggian 3.726 mdpl. Jalur Sembalun jadi yang paling populer, sekaligus terkenal panjang. Pendakian biasanya dimulai dari Desa Sembalun Lawang, dengan estimasi waktu sekitar 2-3 hari untuk mencapai puncak.
Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi lanskap yang terus berubah. Mulai dari padang savana luas, pemandangan kawah, hingga Danau Segara Anak yang jadi ikon Gunung Rinjani. Tak hanya itu, ada juga sumber air panas yang sering dimanfaatkan untuk beristirahat.
Meski jalurnya panjang, medan di Sembalun relatif lebih bersahabat dibanding jalur lain. Kombinasi trek yang "ramah" dan pemandangan yang luar biasa inilah yang membuat Gunung Rinjani selalu jadi incaran pendaki dari berbagai daerah.
4. Gunung Tambora
Gunung Tambora. Foto: DW (News) |
Nama Gunung Tambora tidak hanya dikenal di kalangan pendaki, tapi juga dalam sejarah dunia. Letusan dahsyatnya di masa lalu bahkan sempat mempengaruhi iklim global. Di balik sejarah itu, Gunung Tambora menyimpan jalur pendakian panjang yang jadi tantangan tersendiri.
Dengan ketinggian sekitar 2.850 mdpl, Gunung Tambora memang tidak setinggi gunung lain di daftar ini. Tapi trek menuju puncaknya tetap butuh tenaga dan waktu. Ada beberapa jalur pendakian, namun jalur Pancasila jadi yang paling sering dipilih karena medannya relatif lebih mudah.
Untuk mencapai puncak, pendaki biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Jalurnya cukup panjang dengan karakter yang cenderung terbuka, sehingga stamina benar-benar diuji sepanjang perjalanan.
Sesampainya di atas, semua rasa lelah langsung terbayar. Kaldera Gunung Tambora yang luas terlihat megah, ditambah lautan awan dan langit senja yang dramatis. Dalam kondisi cuaca cerah, puncak Gunung Rinjani hingga Gunung Agung bahkan bisa terlihat dari kejauhan.
5. Gunung Semeru
Gunung Semeru. Foto: Nur Hadi Wicaksono |
Jalur panjang, waktu tempuh berhari-hari, dan tenaga yang terus terkuras jadi "menu wajib" saat menapaki Gunung Semeru. Gunung ini memang jadi favorit banyak pendaki. Namun, di balik popularitasnya, trek yang dilalui bukan tipe yang santai.
Perjalanan antar pos saja sudah cukup menguji stamina, bisa 4-5 jam jalan tanpa jeda panjang. Belum lagi kondisi jalur yang berubah-ubah, dari hutan, tanjakan panjang, sampai hamparan pasir menuju puncak yang terkenal bikin langkah terasa dua kali lebih berat.
Mayoritas pendaki menghabiskan sekitar 2-3 hari untuk sampai ke Mahameru. Momen paling ditunggu biasanya saat summit attack dini hari, ketika langit mulai terang dan pemandangan dari puncak perlahan terbuka.
Tantangan Pendakian di Jalur Panjang
Pendakian dengan trek panjang punya tingkat kesulitan yang berbeda dan beragam di tiap gunungnya. Berikut detikJatim telah merangkumkan beberapa tantangan yang umum dihadapi.
- Daya tahan fisik cepat menurun karena menempuh perjalanan berjam-jam setiap hari dengan membawa beban berat.
- Medan yang beragam, seperti hutan lebat, sabana, hingga tanjakan panjang menguras banyak tenaga.
- Harus pandai untuk memanajemen stok makanan, air, dan perlengkapan logistik lainnya agar cukup selama proses pendakian.
- Kerap bertemu dengan cuaca tidak menentu. Hujan, kabut, hingga angin kencang bisa datang tiba-tiba.
- Komunikasi lewat gawai menjadi terbatas karena jalur pendakian minim sinyal.
Tips Mendaki Jalur Panjang
Kondisi fisik yang prima, perlengkapan yang memadai, hingga manajemen waktu selama perjalanan akan sangat menentukan kelancaran pendakian. Agar perjalanan menuju puncak tetap aman, nyaman, dan minim risiko, ada beberapa tips mendaki jalur panjang yang perlu detikers perhatikan berikut ini.
- Latih fisik sebelum berangkat, terutama daya tahan dan kekuatan kaki.
- Susun rencana perjalanan secara detail, termasuk waktu dan titik camp.
- Bawa perlengkapan secukupnya, jangan berlebihan tapi tetap lengkap.
- Gunakan gear yang nyaman dan berkualitas untuk mendukung perjalanan.
- Jaga tempo saat berjalan, hindari terlalu memaksakan diri di awal.
- Pastikan bawa logistik yang cukup sesuai durasi pendakian.
- Utamakan keselamatan dan jangan ragu untuk evaluasi kondisi di tengah perjalanan.
Jadi, bagaimana, apakah detikers sudah memilih ingin menaklukkan gunung dengan trek panjang yang mana?





