Tak Banyak yang Tahu, Jawa Timur Punya Geopark yang Diakui UNESCO

Tak Banyak yang Tahu, Jawa Timur Punya Geopark yang Diakui UNESCO

Jihan Navira - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 13:30 WIB
Kawah Ijen maupun Kawah Wurung di Bondowoso, keindahannya tak ada yang meragukan. Tapi, taukah Anda jika dua kawasan itu merupakan sisa letusan Gunung Ijen Purba sekitar 300 ribu tahun lalu?
Geopark Ijen (Foto: Chuk Shatu Widarsha/ detikjatim)
Surabaya -

Jawa Timur ternyata memiliki dua kawasan geopark yang sudah diakui dunia oleh UNESCO melalui jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Dua geopark tersebut berada di kawasan Ijen yang mencakup Banyuwangi-Bondowoso serta kawasan Gunung Sewu di Pacitan.

Pengakuan UNESCO ini menunjukkan bahwa Jawa Timur tidak hanya kaya wisata alam, tetapi juga memiliki warisan geologi penting dengan nilai edukasi, budaya, dan konservasi yang mendunia. Menariknya, masing-masing geopark punya karakter alam berbeda, mulai dari fenomena blue fire hingga bentang karst purba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu UNESCO Global Geopark?

Dilansir dari situs resminya, UNESCO Global Geopark (UGGp) merupakan kawasan geografis yang memiliki warisan geologi bernilai internasional dan dikelola dengan konsep pelrindungan, edukasi, serta pembangunan berkelanjutan. Saat ini, terdapat 229 UNESCO Global Geopark yang tersebar di 50 negara di dunia.

Tak hanya berfokus pada keindahan alam, UGGp juga menghubungkan warisan geologi dengan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, kawasan geopark tidak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang edukasi dan konservasi lingkungan.

ADVERTISEMENT

Konsep pengelolaannya sendiri dilakukan melalui pendekatan bottom-up atau melibatkan masyarakat lokal secara langsung, mulai dari pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas, hingga warga sekitar dengan tujuan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

UNESCO Global Geopark juga mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, hingga mitigasi perubahan iklim dan bencana alam.

Geopark Jawa Timur yang Diakui UNESCO

Jawa Timur tidak hanya memiliki panorama alamnya yang indah, melainkan kawasan yang menyimpan nilai geologi dan sejarah yang diakui dunia. Pengakuan tersebut diberikan UNESCO melalui status UNESCO Global Geopark (UGGp) karena dinilai memiliki kekayaan alam, budaya, dan edukasi yang penting untuk dilestarikan.

Saat ini, terdapat dua geopark di Jawa Timur yang telah masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark sebagai berikut.

UGGp Ijen (Banyuwangi-Bondowoso)

Ijen UNESCO Global Geopark yang berada di kawasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu kawasan geopark paling unik di Indonesia. Wilayah ini memiliki lanskap vulkanik yang menakjubkan, formasi geologi langka, serta kekayaan budaya masyarakat lokal yang masih terjaga.

Kawah Ijen maupun Kawah Wurung di Bondowoso, keindahannya tak ada yang meragukan. Tapi, taukah Anda jika dua kawasan itu merupakan sisa letusan Gunung Ijen Purba sekitar 300 ribu tahun lalu?Ijen Geopark (Foto: Chuk Shatu Widarsha/ detikjatim)

Dilansir dari laman resmi UNESCO, salah satu daya tarik utama UGGp Ijen adalah Kawah Ijen dengan danau kawah berwarna toska yang dikenal sebagai danau paling asam di dunia. Kawasan ini juga terkenal karena fenomena blue fire atau api biru langka yang muncul dari gas belerang bersuhu tinggi dari celah-celah kawah. Uniknya, fenomena tersebut hanya bisa terlihat pada malam hari sehingga menjadi salah satu daya tarik wisata paling terkenal di Indonesia.

Kawah Ijen BanyuwangiKawah Ijen Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)

Secara geologi, kawasan Ijen terbentuk dari aktivitas vulkanik yang berlangsung selama jutaan tahun. Di dalam sistem kaldera Ijen, terdapat 22 kerucut gunung api, kawah, hingga aliran lava yang menunjukkan kopleksitas proses pembentukan bumi di kawasan tersebut.

Kawah Ijen maupun Kawah Wurung di Bondowoso, keindahannya tak ada yang meragukan. Tapi, taukah Anda jika dua kawasan itu merupakan sisa letusan Gunung Ijen Purba sekitar 300 ribu tahun lalu?Kawasan Ijen Geopark (Foto: Chuk Shatu Widarsha/ detikjatim)

Melansir laman Bappeda Jatim, Penetapan Ijen sebagai UNESCO Global Geopark dilakukan pada 24 Mei 2023 dalam sidang tahunan di Markas UNESCO di Paris, Prancis. Sebelumnya, Ijen Geopark dinyatakan lulus sidang Council UNESCO yang digelar di Provinsi Satun, Thailand pada 5 September 2022 dengan nilai terbaik diantara geopark lain.

Pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark membuat kawasan Ijen semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam sekaligus edukasi kelas dunia.

UGGp Gunung Sewu (Pacitan)

Gunung Sewu UNESCO Global Geopark atau yang dikenal sebagai "Pegunungan Seribu" merupakan kawasan bentang alam karst yang membentang di Pulau Jawa. UNESCO melalui laman resminya menyebut kawasan ini memiliki formasi geologi unik, warisan budaya yang kaya, hingga jejak permukiman prasejarah yang tersebar di berbagai wilayah.

Kondisi Etalasi Taman Batu Gunungkidul, Kamis (27/10/2023).Kawasan geopark Gunung Sewu (Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja)

Kawasan Gunung Sewu Geopark ini terkenal dengan bentang alam karst purba berupa perbukitan kapur, gua, serta sungai bawah tanah yang terbentuk selama jutaan tahun.

Geopark ini membentang sekitar 120 kilometer dari barat ke timur dan mencakup wilayah Gunung Kidul, Wonogiri, hingga Pacitan di Jawa Timur. Lanskapnya didominasi perbukitan kapur berbentuk kerucut, dolina, lembah karst, sungai bawah tanah, serta ratusan gua yang terbentuk akibat proses geologi selama jutaan tahun.

Geopark Gunung SewuGeopark Gunung Sewu (Foto: Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)

Kawasan Gunung Sewu ini sendiri berada di tepian zona subduksi aktif sehingga aktivitas tektonik turut membentuk karakter alamnya. Di wilayah selatan, geopark ini memiliki deretan pantai dengan kombinasi pasir putih, batu karang, terumbu karang, dan ekosistem laut yang menjadi daya tarik wisata alam dan geowisata.

Selain keindahan alamnya, wilayah ini melestarikan jejak pemukiman prasejarah yang tersebar di area seluas sekitar 1.800 kmΒ². Gunung Sewu menyimpan warisan budaya dan sejarah yang penting. Salah satu situs terkenalnya adalah Candi Prambanan yang merupakan kompleks candi Hindu abad ke-9 dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs utama lainnya adalah situs arkeologi Candi Gana, yang berasal dari abad ke-6, yang menampilkan stupa dan patung Buddha.

Kawasan ini juga menyimpan jejak permukiman prasejarah dari masa Paleolitikum hingga Neolitikum, termasuk budaya batu Pacitan yang dikenal sebagai salah satu warisan prasejarah penting di Asia Tenggara.

Geopark Gunung SewuGeopark Gunung Sewu (Foto: Youtube/BADAN GEOLOGI INDONESIA)

Dalam pengembangannya, Gunung Sewu UNESCO Global Geopark juga aktif mendorong edukasi melalui program School to Geopark. Program tersebut mengajak pelajar mempelajari hubungan antara geologi, budaya, dan lingkungan secara langsung di kawasan geopark.

Selain itu, keberadaan Museum Karst Indonesia dan berbagai pusat edukasi geopark turut menjadi sarana pembelajaran sekaligus pelestarian warisan alam dan budaya di kawasan Gunung Sewu.

geoparkGeopark Gunung Sewu (Foto: Youtube)

Dilansir dari laman resmi Bappeda Gunung Kidul, rupanya kawasan karst Gunung Sewu yang membentang di tiga kabupaten dan tiga provinsi ini melalui perjalanan panjang hingga akhirnya ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 19 September 2015. Sedangkan sebelumnya, Gunung Sewu mendapatkan pengakuan sebagai Geopark Nasional pada tahun 2013.

Dua geopark di Jawa Timur yang sudah diakkui UNESCO menunjukkan bahwa daerah ini memiliki kekayaan alam dan warisan geologi yang bernilai dunia. Mulai dari fenomena blue fire ijen hingga bentang karst purba Gunung Sewu, semuanya menjadi bagian penting dari kekayaan alam Jawa Timur sekaligus Indonesia.

Tak hanya menawarkan pemandangan indah, geopark juga menajdi ruang edukasi dan konservasi yaang penting untuk dijaga bersama agar tetap lestari untuk generasi mendatang.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads