Memasuki awal Ramadan, geliat ekonomi musiman mulai terasa di sejumlah sudut Ponorogo, Jawa Timur. Salah satunya terlihat di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, yang kembali menggelar Pasar Ramadan dan langsung dipadati warga sejak hari pertama puasa.
Sejak sore hari, deretan lapak pedagang sudah ramai diserbu pembeli. Aneka takjil seperti es teh, es buah, gorengan, hingga makanan berat untuk berbuka puasa berjajar rapi menggoda selera pengunjung yang datang silih berganti.
Salah satu pedagang, Syamsiah, mengaku pasar sudah ramai sejak awal Ramadan. Ia menyebut antusiasme warga tahun ini terbilang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar Ramadan di Desa Lengkong sudah mulai hari pertama puasa lalu. Warga selalu ramai mengunjungi setiap sore," ujar Syamsiah saat ditemui di lapaknya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi kesempatan bagi pedagang kecil untuk menambah penghasilan. Ia sendiri menjajakan pentol goreng yang laris diburu pembeli menjelang waktu berbuka.
Tak hanya menjadi pusat jajanan takjil, Pasar Ramadan Lengkong juga menjadi ruang sosial warga. Banyak pengunjung datang lebih awal untuk sekadar berjalan-jalan sambil menunggu adzan magrib.
Salah satu pengunjung, Eva Puspitasari, mengaku selalu menantikan suasana Pasar Ramadan setiap tahun. Baginya, keramaian dan banyaknya pilihan menu menjadi daya tarik tersendiri.
"Pasar Ramadan ini selalu dinantikan warga. Selain bisa menikmati berbagai sajian takjil, suasananya ramai dan seru," kata Eva.
Eva menambahkan, pasar tersebut juga menjadi tempat bertemu tetangga maupun kerabat yang jarang berjumpa di hari biasa. Menurutnya, suasana kebersamaan inilah yang membuat nuansa Ramadan semakin terasa.
"Menunggu azan Magrib sambil lihat-lihat makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Rasanya beda kalau ngabuburit di sini," imbuhnya.
Kehadiran Pasar Ramadan Desa Lengkong pun berdampak langsung pada perekonomian warga. Mayoritas pedagang merupakan masyarakat setempat yang memanfaatkan momen Ramadan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Aroma masakan yang baru matang berpadu dengan canda tawa pembeli menciptakan suasana hangat khas bulan suci. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias memilih hidangan favorit mereka.
Dengan tingginya minat warga sejak awal puasa, Pasar Ramadan Lengkong diperkirakan akan terus ramai hingga akhir Ramadan. Selain menjadi pusat kuliner takjil di Sukorejo, pasar musiman ini juga memperkuat tradisi kebersamaan masyarakat Ponorogo dalam menyambut bulan penuh berkah.
(auh/hil)











































