Harapan menikmati bianglala baru di Alun-Alun Kota Batu tahun 2026 harus tertunda kembali. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan tidak ada penggantian unit bianglala baru pada tahun ini.
Keputusan pahit ini diambil lantaran kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan. Penurunan nilai transfer keuangan dari pemerintah pusat memaksa Pemkot Batu melakukan penyesuaian anggaran.
Penyesuaian anggaran besar-besaran ini berdampak pada penundaan pengerjaan proyek fisik berskala besar seperti penggantian bianglala Alun-Alun Kota Batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2026 tidak ada anggaran fisik karena penyesuaian dan pengetatan atas turunnya nilai transfer keuangan daerah dari pusat," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni, Senin (26/1/2026).
Meski pengerjaan fisik dipastikan nihil pada 2026, pemerintah tidak sepenuhnya lepas tangan. Pemerintah mengalihkan fokus dengan menganggarkan dana khusus untuk kajian potensi bianglala melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Langkah itu diambil sebagai strategi 'jemput bola' untuk melihat sejauh mana pihak swasta bisa dilibatkan dalam pembiayaan pembangunan Bianglala Alun-Alun Kota Batu.
"Tahun 2026 kami anggarkan untuk kajian potensi Bianglala melalui skema KPBU. Langkah ini kita ambil sebagai opsi alternatif. Pun demikian, opsi utama adalah pembangunan melalui APBD," terang Dian.
Skema KPBU ini diposisikan sebagai opsi alternatif yang realistis di tengah keterbatasan dana daerah. Kendati demikian, pemerintah tetap mengutamakan pembangunan melalui dana APBD secara mandiri.
Dengan kondisi ini, bianglala Alun-Alun Kota Batu dipastikan tetap tidak beroperasi. Wisatawan diharapkan bersabar sembari menunggu hasil kajian dan kepastian pendanaan yang lebih matang kedepannya.
(ihc/dpe)











































