Wisata Sejarah di Jawa Timur yang Bisa Dikunjungi Long Weekend Ini

Wisata Sejarah di Jawa Timur yang Bisa Dikunjungi Long Weekend Ini

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Jumat, 16 Jan 2026 02:00 WIB
Wisata Sejarah di Jawa Timur yang Bisa Dikunjungi Long Weekend Ini
Benteng Pendem Ngawi salah satu destinasi wisata sejarah. Foto: Salsabila Amani Sadiyah/d'Traveler
Surabaya -

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan wisata sejarah yang beragam dan bernilai tinggi. Berbagai situs peninggalan masa lalu masih dilestarikan hingga kini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tak hanya menyimpan nilai budaya, wisata sejarah juga berperan sebagai ruang edukatif yang mengajak pengunjung memahami perjalanan sejarah secara langsung melalui bangunan, artefak, dan cerita di baliknya.

Melalui wisata sejarah, pengunjung tidak sekadar berjalan-jalan, tetapi juga belajar mengenal jejak peradaban yang membentuk Jawa Timur. Mulai dari peninggalan kolonial, situs keagamaan, hingga bangunan pertahanan masa perang, semuanya menawarkan pengalaman wisata yang sarat makna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekomendasi Wisata Sejarah di Jawa Timur

Berikut beberapa rangkuman rekomendasi destinasi wisata sejarah di Jawa Timur yang bisa menjadi pilihan detikers untuk dikunjungi, sekaligus menambah wawasan sekaligus pengalaman berlibur.

1. De Javasche Bank Surabaya

De Javasche BankDe Javasche Bank Foto: tourism.surabaya.go.id

De Javasche Bank atau kini dikenal sebagai Museum Bank Indonesia Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer. Museum ini berlokasi di Jalan Garuda No 1, Krembangan, Surabaya, Jawa Timur. Pengunjung dapat melihat langsung bangunan bersejarah yang masih kokoh dan terawat dengan baik.

ADVERTISEMENT

Di dalamnya tersimpan beragam koleksi sejarah, seperti mesin ketik tua, buku rekening manual, hingga mata uang koin dari masa kolonial. Museum ini buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB dan dapat dikunjungi secara gratis. Destinasi ini cocok bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah perbankan Indonesia secara langsung.

2. Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem)

Benteng Pendem Van den Bosch di NgawiBenteng Pendem Van den Bosch di Ngawi Foto: Istimewa (Dok Bappeda Ngawi)

Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal sebagai Benteng Pendem terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bangunan dengan arsitektur khas Eropa ini menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Jawa Timur.

Harga tiket masuknya pun terjangkau, yakni sekitar Rp 10.000 per orang. Benteng ini dahulu difungsikan untuk mempertahankan kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda.

Proses pembangunannya memakan waktu sekitar 20 tahun. Keunikan benteng ini terletak pada posisinya yang lebih rendah dari permukaan tanah, hasil rancangan arsitek Belanda yang cermat. Hingga kini, bangunan tersebut masih dirawat dan dilestarikan.

3. Gereja Merah Probolinggo

Gereja Immanuel atau Gereja Merah Kota ProbolinggoGereja Immanuel atau Gereja Merah Kota Probolinggo Foto: M Rofiq/detikJatim

Gereja Merah atau Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Probolinggo berlokasi di Jalan Suroyo No. 32, Kota Probolinggo. Bangunan bersejarah ini didirikan sekitar tahun 1862 dan menjadi tempat ibadah komunitas Kristen Protestan.

Terutama, umat yang merupakan warga Belanda yang bekerja di perkebunan tebu di wilayah Probolinggo dan sekitarnya. Gereja Merah menjadi saksi perjalanan sejarah perkembangan agama Kristen Protestan di Jawa Timur.

Pada tahun 2024, bangunan ini resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi Jawa Timur berdasarkan SK Nomor 100.3.3.1/667/KPTS/013/2024. Wisatawan dapat berkunjung langsung untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai sejarahnya.

4. Klenteng Hong Tiek Hian

Tradisi membersihkan rupang di Klenteng Hong Tiek HianKlenteng Hong Tiek Hian Surabaya Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Klenteng Hong Tiek Hian merupakan salah satu klenteng tertua di Surabaya yang berlokasi di Jalan Dukuh, Nyamplungan. Menurut catatan sejarah, klenteng ini dibangun pada masa pasukan Tar-tar di era Khu Bilai Khan, pada awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Klenteng ini memiliki dua bangunan utama yang dihubungkan jembatan dengan ornamen dua naga. Lantai pertama sebagai altar Mcko dan Kong Co, sementara lantai dua menjadi altar Buddha, Dewi Kwan Im, dan beberapa dewi lainnya. Bangunan ini masih aktif digunakan sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah dan religi.

5. Goa Jepang 1943

Goa Jepang terletak di Dusun Krajan Kidul, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Situs bersejarah ini dibangun sekitar tahun 1942 dan dikenal masyarakat dengan sebutan Goa Jepang. Goa ini memiliki tujuh lorong yang saling terhubung dan menyimpan jejak sejarah masa pendudukan Jepang.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal agar tidak tersesat di dalam lorong goa. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata sejarah yang unik sekaligus menantang.

Manfaat Mengunjungi Wisata Sejarah

Mengunjungi destinasi wisata sejarah memberikan berbagai manfaat, baik bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar. Salah satunya adalah melestarikan warisan budaya, karena kunjungan wisata turut membantu menjaga dan merawat peninggalan bersejarah agar tetap lestari.

Wisata sejarah juga mendorong pariwisata berkelanjutan. Pengelolaannya kerap melibatkan masyarakat lokal sehingga berdampak positif pada perekonomian. Dari sisi edukasi, wisata sejarah mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman nilai sejarah, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Tak kalah penting, kunjungan ke situs bersejarah juga dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap nilai lokalitas. Wisatawan dan masyarakat setempat akan merasa lebih terhubung dengan identitas budaya yang dimiliki, serta terdorong untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah bagi generasi mendatang.

Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads