Berwisata ke suatu daerah rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas setempat. Pasuruan, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikenal memiliki kekayaan destinasi wisata alam, sejarah, dan religi, juga menyimpan ragam kuliner legendaris yang cocok dijadikan buah tangan.
Mulai dari kudapan manis yang tahan lama hingga makanan gurih dengan cita rasa khas, oleh-oleh khas Pasuruan selalu berhasil memikat wisatawan.
Tak heran jika banyak pelancong berburu oleh-oleh khas Pasuruan yang legendaris untuk dibagikan kepada keluarga atau sahabat. Selain rasanya yang autentik, sebagian besar produk ini juga mudah ditemukan dan memiliki nilai historis yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh-oleh Legendaris Pasuruan
Dari kudapan manis yang bertahan lama hingga kuliner gurih yang unik, berikut adalah 7 oleh-oleh khas Pasuruan yang paling dicari dan menggugah selera.
1. Bipang
Bipang atau jipang merupakan makanan khas Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/Detikcom |
Bipang atau Jipang adalah oleh-oleh manis yang paling melegenda dan identik dengan Pasuruan. Kudapan ini terbuat dari beras atau beras ketan yang digoreng hingga mekar (berondong) lalu dicampur dengan gula karamel.
Kata bipang berasal dari bahasa Mandarin atau China yakni 'Bi' berarti nasi dan 'Pang' berarti wangi. Bipang adalah makanan ringan yang terbuat dari beras kembung, yang dicampur dengan gula dan perasa vanilla.
Beras kembung diperoleh dari beras pilihan yang diolah dengan tekanan tinggi, sehingga dapat mengembang dengan sempurna. Teksturnya renyah, rasanya manis, dan dikemas dalam bentuk balok atau kotak-kotak kecil.
Dalam proses pembuatannya, bipang tidak digoreng. Artinya bipang adalah makanan bebas lemak. Merek Bipang Jipang tertentu di Pasuruan telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, menjadikannya warisan kuliner yang tak lekang oleh waktu.
2. Jamu Kebonagung
Jamu kebonagung yang nikmat dan berkhasiat di Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim |
Nama Jamu Kebon Agung diambil dari salah satu desa di Pasuruan yang merupakan lokasi awal produksi. Penamaan ini sekaligus menegaskan identitas dan asal-usul otentik jamu tersebut di daerah tersebut.
Jamu ini telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi oleh keluarga perintisnya di Pasuruan. Kehadirannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kesehatan masyarakat setempat.
Pembuatan Jamu Kebon Agung mengandalkan bahan-bahan alami dan rempah-rempah segar pilihan. Bahan baku utamanya umumnya meliputi kunyit, jahe, temulawak, dan berbagai ramuan herbal lainnya yang ditanam secara lokal.
Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, seringkali melibatkan penumbukan dan perebusan manual. Metode ini diyakini mampu menjaga kualitas dan khasiat optimal dari setiap bahan alami.
Jamu Kebon Agung menawarkan kombinasi rasa yang khas, yaitu pahit segar dengan sentuhan hangat pedas dari rempah. Rasanya yang unik ini sering dicari karena dipercaya berkhasiat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.
Meskipun kini dipasarkan lebih luas, lokasi penjualan utamanya masih berpusat di kawasan Pasuruan, khususnya di sekitar pabrik atau tempat produksi asalnya. Banyak juga yang menjualnya di pasar-pasar tradisional dan toko oleh-oleh khusus.
Popularitas Jamu Kebon Agung meluas seiring waktu, menjadikannya ikon kuliner sehat yang dibanggakan Pasuruan. Jamu ini kini menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang mencari produk kesehatan tradisional yang otentik.
3. Klepon
Pengusaha klepon gempol Pasuruan Foto: Muhajir Arifin |
Klepon adalah jajanan pasar tradisional yang popularitasnya tersebar luas di seluruh Indonesia, termasuk Pasuruan. Secara etimologis, nama Klepon di Jawa dan Sumatra merujuk pada bentuknya yang kecil dan bulat.
Klepon dibuat dari adonan tepung ketan yang dicampur dengan sedikit air kapur sirih untuk memberikan tekstur kenyal. Adonan ini kemudian dibentuk bulat dan diisi dengan potongan gula merah padat.
Setelah diisi, bola-bola klepon direbus hingga matang dan mengapung di air mendidih sebagai tanda siap diangkat. Proses perebusan inilah yang membuat tekstur luar klepon menjadi kenyal dan lembut.
Rasa klepon sangat khas karena merupakan perpaduan manis dari lelehan gula merah dan gurih dari parutan kelapa. Sensasi ledakan gula merah di mulut saat digigit menjadi keunikan utama dari kudapan ini.
Di Jawa, klepon biasanya disajikan di atas wadah yang dialasi daun pisang dan ditaburi parutan kelapa muda yang telah dikukus. Parutan kelapa ini tidak hanya menambah rasa gurih, tetapi juga membuat klepon tidak lengket satu sama lain.
Di Pasuruan, klepon mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional, sentra oleh-oleh, atau bahkan di pinggir jalan raya. Penjual klepon Pasuruan sering kali membuatnya segar setiap hari untuk menjaga kualitas dan kekenyalannya.
Meskipun Klepon adalah kuliner tradisional, popularitasnya tidak pernah pudar dan tetap menjadi comfort food yang dicari banyak orang. Klepon adalah simbol kesederhanaan rasa manis autentik Nusantara.
4. Kopi Bubuk Kaspandi
|
Kopi Kaspandi memiliki akar kuat dari kawasan pegunungan di selatan kabupaten, dekat dengan Gunung Bromo dan Tengger. Wilayah dataran tinggi ini menyediakan kondisi agroklimat yang ideal untuk budidaya kopi Arabika dan Robusta.
Kopi yang sudah diproduksi sejak 1940 ini, dikenal luas di berbagai daerah, hingga dikirim ke berbagai negara di Asia dan Eropa.
Nama Kaspandi merupakan gabungan nama Kasiani dan Afandi. Griya Kaspandi memproduksi kopi Cap Sepoor. Bisnis dirintis berawal dari melihat peluang usaha dengan menggiling kopi sendiri secara tradisional.
Jenis kopi yang dihasilkan di sini didominasi oleh Robusta dengan karakter rasa yang kuat dan body yang tebal. Sementara varian Arabika dari lereng Bromo menawarkan tingkat keasaman yang lebih halus dan aroma yang kompleks.
Proses pembuatan kopi bubuk Kaspandi masih banyak yang mempertahankan cara tradisional. Biji kopi disangrai (roasting) hingga tingkat kematangan spesifik sebelum dihaluskan menjadi bubuk.
Keunikan kopi Kaspandi Pasuruan terletak pada aroma earthy yang khas, dihasilkan dari tanah vulkanik yang subur. Kualitasnya yang baik membuat kopi ini menjadi oleh-oleh premium yang dicari para penikmat kopi.
Kopi Kaspandi Pasuruan dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari kemasan bubuk halus siap seduh hingga biji sangrai (roasted bean) yang siap giling. Ini memberikan pilihan yang fleksibel bagi wisatawan untuk dibawa pulang.
5. Permen Jahe Sin A
Ilustrasi Permen Jahe Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak |
Permen Jahe Sin A sering dikenal dengan sebutan lokal Ting-Ting Jahe oleh masyarakat Pasuruan. Nama Sin A merujuk pada salah satu merek legendaris yang memproduksi manisan jahe ini selama puluhan tahun.
Permen Jahe Sin A meraih penghargaan Top Brand Award 2019 untuk pertama kalinya. Untuk mengatasi persaingan ketat dan mempertahankan pangsa pasar global, Permen Jahe Sin A mengintensifkan penelitian dan pengembangan (litbang) produk.
Bahan baku utama permen ini adalah jahe segar yang dipilih kualitas terbaik dari lahan lokal Pasuruan. Jahe ini kemudian dicampur dengan gula alami, memberikan rasa manis sekaligus hangat.
Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional melalui pemasakan dan pengadukan yang intensif. Adonan jahe dan gula dimasak hingga mengental, lalu didinginkan hingga teksturnya kenyal dan mudah dibentuk.
Rasa permen ini didominasi oleh perpaduan rasa manis gula dan pedas alami dari jahe. Sensasi hangat yang dihasilkan permen sangat cocok untuk menghangatkan tenggorokan, terutama saat cuaca dingin.
Keunikan Permen Jahe Sin A terletak pada teksturnya yang kenyal, berbeda dengan permen keras biasa. Aroma jahe yang kuat dan khas menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya.
Hingga kini, Permen Jahe Sin A telah menjadi oleh-oleh wajib dan legendaris bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Pasuruan. Produk ini menunjukkan warisan kuliner yang berhasil dipertahankan kualitasnya lintas generasi.
6. Ikan Lempuk Goreng
Ikan Lempuk Foto: Istimewa (fpk.unair.ac.id) |
Ikan Lempuk Goreng adalah salah satu camilan khas Pasuruan yang sangat unik dan populer sebagai oleh-oleh. Keistimewaannya berasal dari bahan baku utamanya, yaitu Ikan Lempuk, sejenis ikan kecil endemik yang hanya dapat ditemukan di Ranu Grati, Pasuruan.
Secara etimologi, nama "lempuk" merujuk pada ikan kecil mirip teri atau bada dengan ukuran tubuh yang mungil. Ikan ini memiliki nilai gizi tinggi dan dikenal oleh masyarakat lokal sebagai sumber protein.
Proses pembuatannya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian agar hasilnya maksimal. Ikan lempuk yang sudah dibersihkan biasanya dibalur dengan tepung berbumbu dan digoreng hingga kering sempurna.
Cara penggorengan yang tepat menghasilkan tekstur yang sangat renyah dan tipis, menyerupai keripik ikan. Pengolahan ini memastikan Ikan Lempuk Goreng dapat bertahan lama dan mudah dibawa sebagai buah tangan.
Rasa dari camilan ini didominasi oleh perpaduan gurih alami dari daging ikan dan kaya akan rempah khas Jawa Timur. Tekstur krispi-nya menjadikannya favorit banyak orang sebagai lauk pendamping atau camilan ringan.
Keunikan Ikan Lempuk terletak pada statusnya sebagai ikan yang sulit ditemukan di perairan lain, menaikkan nilai eksklusifnya. Hal ini menjadikan Ikan Lempuk Goreng produk yang benar-benar merepresentasikan kekayaan alam lokal Pasuruan.
Untuk lokasi penjualan, camilan ini mudah ditemukan di sentra oleh-oleh besar di Pasuruan, terutama di sekitar jalur wisata Pandaan atau dekat Ranu Grati. Produk ini sering dijual dalam kemasan yang praktis dan higienis di toko-toko pinggir jalan.
7. Roti Matahari
Wisatawan menyerbu sentra oleh-oleh Pasar Wisata Cheng Ho di Pandaan, Pasuruan Foto: Anastasia Trifena/detikJatim |
Roti Matahari bukan sekadar nama produk, melainkan nama toko roti legendaris yang telah menjadi ikon kuliner Pasuruan sejak tahun 1955. Toko ini dikenal sebagai pelopor dan produsen utama dari roti sisir klasik yang menjadi favorit banyak generasi.
Secara asal kata, nama "Matahari" mungkin diambil dari harapan agar bisnis ini terus bersinar dan memberikan kehangatan. Sementara itu, produk utamanya dikenal sebagai Roti Sisir karena bentuknya yang menyerupai gigi sisir setelah disobek per helai.
Cara pembuatannya mengikuti resep tradisional roti manis pada umumnya, menggunakan bahan dasar seperti tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Perbedaan utamanya terletak pada proses pelipatan adonan dan krim mentega manis yang disisipkan di antara setiap irisan roti sebelum dipanggang.
Rasa Roti Matahari sangat otentik, didominasi oleh perpaduan lembutnya adonan roti dengan krim manis yang gurih. Teksturnya yang sangat lembut dan mudah disobek menjadikannya kudapan yang ringan dan cocok untuk semua usia.
Keunikan utamanya adalah bentuknya yang bersisir, di mana krim mentega tersebut meleleh sempurna saat dipanaskan sebentar. Aroma khas roti jadul yang wangi dan menggugah selera juga menjadi daya tarik utama yang dipertahankan selama puluhan tahun.
Lokasi penjualan Roti Matahari berada di jantung Kota Pasuruan, menjadikannya titik wajib singgah bagi para pelancong. Toko utamanya berada di Jalan Soekarno Hatta, dan biasanya buka dari pagi hingga malam hari.
Selain di toko pusat, Roti Matahari kini juga banyak tersedia di toko oleh-oleh modern di sepanjang jalur wisata Pasuruan. Hal ini memudahkan wisatawan yang melintasi Pasuruan untuk membawa pulang roti legendaris ini.
Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
(ihc/hil)


















































