Sentra oleh-oleh di Pasar Wisata Cheng Ho, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, dipadati ribuan pengunjung pada awal Tahun Baru 2026. Keramaian terjadi sejak pagi hingga malam, terutama di deretan kios penjual makanan khas dan camilan.
Berdasarkan pantauan detikJatim, arus pengunjung mulai meningkat selepas waktu Dhuhur. Wisatawan yang selesai beribadah di Masjid Cheng Ho tampak langsung beralih menuju area pasar untuk berburu oleh-oleh sebelum kembali ke daerah asal.
Salah satu pedagang oleh-oleh, Arif (25), penjual di kios Lancar Joyo, menyebut lonjakan pengunjung mulai terasa sejak 1 Januari 2026. Aktivitas jual beli berlangsung nyaris tanpa jeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ramai sekali, saya nggak bisa ngitung berapa (pengunjung). Pokoknya lebih ramai dibanding hari biasa. Dari jam 7 pagi sampai jam 1 malam itu nonstop," ujar Arif kepada detikJatim, Jumat (2/1/2026).
Wisatawan menyerbu sentra oleh-oleh Pasar Wisata Cheng Ho Foto: Anastasia Trifena/detikJatim |
Meski pada malam pergantian tahun pasar cenderung sepi, kondisi tersebut berubah drastis keesokan harinya. Arif menuturkan pola ini sama dengan tahun sebelumnya.
"Pas malam tahun baru justru sepi, tapi paginya langsung ramai. Tahun kemarin juga begitu. Rame ini diprediksi bisa terus sampai bulan puasa," ujarnya.
Produk oleh-oleh yang ramai peminat yaitu tape dan aneka keripik. Meski kios-kios yang berjejer menjual produk serupa, seluruh toko tampak dipadati pembeli dan tidak ada yang terlihat sepi.
Rombongan wisatawan datang silih berganti, baik dari dalam maupun luar Pasuruan. Banyak di antaranya datang setelah berkunjung ke Masjid Cheng Ho, lalu melanjutkan perjalanan ke pasar untuk membeli oleh-oleh.
Vita (34), wisatawan asal Sedati, Sidoarjo, mengaku sengaja mampir ke Pasar Wisata Cheng Ho untuk membeli camilan sebelum pulang.
"Tadi beli kerupuk rambak Rp 35 ribu, terus beli keripik kecil-kecil seperti keripik tahu, kerupuk ikan tenggiri, sama bayam," katanya.
Vita menilai harga oleh-oleh relatif wajar meski terdapat sedikit selisih dibanding hari biasa, yang menurutnya dipengaruhi momen libur besar awal tahun.
"Biasanya Rp 15 ribu dapat lima, ini tadi Rp 10 ribu dapat tiga. Ada selisih sedikit karena lagi hari libur besar mungkin ya," ujarnya.
Di tengah ramainya pengunjung, sejumlah wisatawan juga mencatat aspek kenyamanan. Kepadatan membuat pergerakan terasa lebih terbatas dibanding hari biasa sehingga memunculkan kekhawatiran akan keamanan.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti area makan dan sistem pembayaran non-tunai masih menjadi perhatian. Tidak semua kios oleh-oleh menyediakan layanan pembayaran QRIS, sehingga wisatawan perlu memastikan metode pembayaran sebelum bertransaksi.
Lonjakan pengunjung di awal Tahun Baru 2026 ini menjadi berkah bagi para pedagang oleh-oleh di Pasar Wisata Cheng Ho. Aktivitas jual beli yang padat sejak pagi hingga malam menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih menjadi magnet wisatawan.
(irb/hil)












































