Desa Mojotrisno Menyimpan Kisah Legenda Romantis Dua Kerajaan

Desa Mojotrisno Menyimpan Kisah Legenda Romantis Dua Kerajaan

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 12:40 WIB
Desa Wisata Mojotrisno
Desa Wisata Mojotrisno. Foto: Jadesta Kemenparekraf
Jombang -

Desa Mojotrisno di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tak hanya dikenal sebagai kawasan yang asri dan ramah wisata, tetapi juga menyimpan deretan legenda yang masih diyakini sebagian warga hingga kini.

Cerita turun-temurun tentang asal-usul desa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menelusuri sisi historis dan budaya lokal. Kini, Mojotrisno berkembang sebagai desa wisata. Infrastruktur wisata mulai tumbuh, disertai pelestarian budaya dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Asal-usul Nama Desa Mojotrisno

Melansir dari mojotrisno.desa.id, tokoh budaya Jombang Nasrul Ilah menjelaskan, nama Mojotrisno berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jawa, yakni Mojo dan Trisno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojo diambil dari nama pohon besar yang berbuah pahit dan berbau tidak sedap, sementara Trisno berarti cinta atau kasih sayang. Dua kata ini kemudian melambangkan kisah cinta yang mewarnai sejarah lahirnya desa tersebut.

Desa Wisata MojotrisnoKegiatan di Desa Wisata Mojotrisno Foto: Jadesta Kemenparekraf

Menurut cerita yang berkembang, pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, terdapat seorang perempuan yang dikenal sebagai Mbok Rondo Ayu, pengasuh sekaligus perias putri raja.

ADVERTISEMENT

Rumahnya berada di wilayah perbatasan kerajaan dan kerap dikunjungi para putri Majapahit. Suatu ketika, seorang pemuda dari Kerajaan Pajajaran datang untuk mencari informasi tentang Majapahit. Ia akhirnya menginap di rumah Mbok Rondo Ayu.

Pertemuan tak terduga pun terjadi. Pemuda Pajajaran itu berjumpa dengan putri Majapahit yang terkenal kecantikannya. Keduanya sering bertemu di bawah pohon Mojo, dan dari situlah muncul benih cinta yang kemudian diabadikan menjadi asal-usul nama Desa Mojotrisno, tempat cinta tumbuh di bawah pohon mojo.

Selain legenda tersebut, terdapat versi lain tentang lahirnya Desa Mojotrisno. Mengutip berbagai sumber, nama Mojotrisno diyakini berasal dari perjalanan Buyut Ali, seorang pengikut Pangeran Diponegoro dari Mataram.

Setelah kalah dalam Perang Diponegoro melawan Belanda, ia melarikan diri ke Jawa Timur dengan mengikuti aliran sungai sambil menaiki sebuah daun besar. Dalam pelariannya, Buyut Ali akhirnya tiba di sebuah tempat yang memiliki pohon mojo besar.

Ia menetap, membuka pemukiman, dan membangun pedukuhan di kawasan itu. Karena kecintaannya pada daerah tersebut, Buyut Ali menamainya Mojotrisno-merujuk pada cintanya yang mendalam terhadap wilayah baru tersebut.

Legenda Sungai Gunting

Tak hanya nama desa, Sungai Gunting yang melintasi Mojotrisno juga memiliki cerita menarik. Penamaannya berasal dari bentuk aliran sungai yang menyerupai gunting. Legenda setempat menyebutkan bahwa sungai ini terkait dengan kisah putra Pajajaran yang ingin menikahi putri Majapahit.

Sang putri memberikan syarat: rambut panjang sang pemuda harus dipotong terlebih dahulu. Namun rambut itu begitu sulit dipangkas hingga akhirnya hanya gunting milik Mbok Rondo Ayu yang mampu memotongnya.

Setelah rambut terpotong, hujan petir turun berhari-hari dan membentuk lubang besar yang mengalirkan air dari atas, menyerupai dua sisi gunting. Dari situlah nama Kali Gunting atau Sungai Gunting berasal.

Desa Wisata Berprestasi

Terlepas dari beragam kisah legenda yang diwariskan turun-temurun, Mojotrisno kini dikenal sebagai desa wisata yang terus berkembang. Beragam potensi alam, budaya, hingga ekonomi kreatif dikelola secara serius untuk menghadirkan pengalaman wisata yang semakin menarik bagi pengunjung.

Melansir dari dsporapar.jombangkab.go.id, Desa Mojotrisno berhasil masuk 10 besar Desa Wisata Bersih 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. Pengakuan ini menunjukkan komitmen kuat warga dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan desa sebagai ruang wisata yang berkelanjutan.

Kapolres Jombang saat meninjau Pekarangan Pangan Bergizi di Desa Mojotrisno.Kapolres Jombang saat meninjau Pekarangan Pangan Bergizi di Desa Mojotrisno. Foto: Istimewa/dok. Polres Jombang)

Pada tahun 2024, Mojotrisno berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata dengan produk terunik. Predikat ini tak lepas dari beragam daya tarik yang terus dikembangkan dan kini menjadi unggulan desa.

Di Dusun Sanan Selatan, terdapat Sentra Cor Kuningan yang terkenal sebagai pusat kerajinan logam. Pengunjung juga dapat menikmati Taman Dolanan yang menghadirkan berbagai permainan tradisional, serta berkunjung ke TPS3RM sebagai pusat pengelolaan sampah modern yang edukatif.

Desa Wisata MojotrisnoIlustrasi Cor Kuningan dari Desa Wisata Mojotrisno Foto: Jadesta Kemenparekraf

Di Dusun Subontoro Timur, Green House Melon menjadi favorit wisatawan karena menawarkan pengalaman memetik melon langsung dari kebunnya. Sementara itu, dusun Sanan Timur memiliki Batik Warna Alam dan Pasar Barongan yang menampilkan kekayaan budaya setempat.

Warga membelah buah melon yang dipetik langsung di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/6/2024). Budi daya melon hidroponik dalam green house saat ini banyak diminati petani di Kabupaten Jombang karena tanaman relatif bebas hama, menghasilkan buah yang lebih manis dan memiliki kualitas premium, serta dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ribu biji buah melon yang dijual mulai Rp20-25 ribu per buah hingga Rp700 ribu per buah dengan berat rata-rata 1,5 kilogram untuk jenis miyazaki. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa.Warga membelah buah melon yang dipetik langsung di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa. Foto: ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF

Kesenian tradisional seperti jaranan pun terus dilestarikan, menambah kekayaan atraksi budaya di Mojotrisno. Rangkaian pengembangan ini menjadikan Mojotrisno bukan hanya destinasi wisata edukatif, tetapi juga ruang untuk menikmati budaya lokal secara lebih dekat dan autentik.

Desa Wisata MojotrisnoProduk Batik dari Desa Wisata Mojotrisno Foto: Jadesta Kemenparekraf

Lokasi dan Wilayah Desa Mojotrisno

Desa Mojotrisno berada di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dengan jarak sekitar 17 km dari pusat Kabupaten Jombang. Desa ini memiliki luas wilayah 1.293,827 hektare, terbagi ke dalam tiga dusun, yaitu Dusun Ngemplak, Dusun Sanan, dan Dusun Subontoro.

Selain akses yang mudah, desa ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri, cocok untuk wisata budaya, edukasi, hingga wisata keluarga. Kombinasi antara sejarah, legenda, dan pengembangan wisata modern menjadikan Mojotrisno sebagai salah satu destinasi menarik di Jombang yang patut dieksplorasi.

Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(ihc/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads