Checklist Persiapan ke Ranu Kumbolo, dari Administrasi hingga Logistik

Checklist Persiapan ke Ranu Kumbolo, dari Administrasi hingga Logistik

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 29 Agu 2025 01:00 WIB
Sejumlah petugas mendaki Tanjakan Cinta di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (23/12/2024). Menteri Kehutanan bersama, Dirjen KSDAE dan Kepala Balai Besar TNBTS secara resmi membuka kembali pendakian Gunung Semeru yang dibatasi hingga Ranu Kumbolo dengan untuk kuota 200 orang per hari serta batasan usia minimal 10 tahun dan maksimal 70 tahun. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wpa.
Ranu Kumbolo. Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Lumajang -

Ranu Kumbolo adalah surga tersembunyi di jalur pendakian Gunung Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Berada di ketinggian 2.450 mdpl, danau seluas 15 hektare ini menjadi surga bagi para pendaki, menawarkan tempat istirahat yang sempurna sebelum melanjutkan perjalanan.

Pemandangan danau yang jernih, dikelilingi perbukitan hijau serta udara segar, menjadikan Ranu Kumbolo tempat sempurna untuk merasakan keindahan alam Jawa Timur. Namun, mendaki ke Ranu Kumbolo bukanlah perjalanan biasa.

Mendaki Ranu Kumbolo bukan perjalanan biasa. Suhu ekstrem yang bisa mencapai -4 derajat Celsius di malam hari dan jalur yang menantang menuntut persiapan matang agar pendakian tetap aman dan nyaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ranu KumboloRanu Kumbolo Foto: (Edelweiss Blogger/d'Traveler)

Persiapan Wisata ke Ranu Kumbolo

Simak berbagai tips persiapan, mulai dari administrasi, jalur pendakian, fasilitas, hingga logistik yang perlu dibawa wisatawan, agar pengalaman mendaki Ranu Kumbolo berjalan lancar dan menyenangkan.

ADVERTISEMENT

1. Administrasi dan Perizinan

Sebelum mendaki, pastikan semua dokumen sudah lengkap. Pendaki wajib melakukan booking online melalui website resmi TNBTS dengan memilih jalur pendakian Semeru. Bukti booking perlu dicetak dua rangkap dan dilengkapi dengan meterai Rp 10.000, fotokopi KTP, serta surat keterangan sehat.

Jika belum membawa surat sehat, tersedia puskesmas terdekat untuk mengurusnya. Selain itu, perlu diketahui bahwa pendakian ke Ranu Kumbolo minimal 2 hari, tidak boleh hanya sehari.

Biaya tambahan biasanya hanya untuk sewa guide dengan tarif sekitar Rp 200.000 per hari (wajib, kecuali bagi anggota pecinta alam dengan prosedur khusus). Untuk parkir kendaraan, tersedia area resmi di Ranu Pani serta area yang dikelola warga.

2. Jalur Pendakian Ranu Kumbolo

Jalur menuju Ranu Kumbolo berjarak sekitar 9,7 km dengan estimasi waktu tempuh 4-5 jam mendaki. Pendaki akan melewati empat pos sebelum tiba di area camp. Jalur awal cenderung landai, namun mulai menanjak setelah pos 3.

Vegetasi cukup rapat, sehingga disarankan menggunakan baju dan celana panjang agar terhindar dari goresan ranting atau tanaman. Karena jalurnya sempit, pendaki harus saling menghormati dengan memberi jalan saat berpapasan.

Rata-rata waktu pendakian adalah 5 jam naik dan 3,5 jam turun. Pemandangan sepanjang jalur berupa hutan pinus dan perbukitan indah yang membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

3. Fasilitas di Area Camp

Ranu KomboloRanu Kombolo Foto: (Riezka Putri/d'Traveler)

Setibanya di Ranu Kumbolo, pendaki akan menemukan fasilitas dasar yang cukup memadai. Tersedia toilet gratis, musala, dan keran air yang bisa digunakan untuk memasak atau mengisi botol minum. Namun, perhatikan aturan yang ditetapkan.

Jangan mencuci langsung di bawah keran, melainkan ambil air terlebih dahulu lalu menjauh dari sumber. Di sekitar pos registrasi juga tersedia warung makan dan toilet berbayar. Saat malam hari, listrik di area toilet dan musholla akan dimatikan, jadi pastikan membawa penerangan sendiri.

4. Logistik dan Perlengkapan Wajib

Suhu ekstrem di Ranu Kumbolo menuntut pendaki membawa pakaian hangat yang memadai, termasuk jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, hingga emergency blanket dan hand warmer. Jangan lupa membawa P3K pribadi untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Untuk konsumsi, cukup bawa air secukupnya karena sudah tersedia keran di area camp. Hindari membawa barang-barang yang bisa merusak alam seperti tisu basah, kembang api, atau plastik sekali pakai. Semua sampah wajib dibawa turun kembali agar kelestarian Ranu Kumbolo tetap terjaga.

5. Etika dan Aturan Selama di Ranu Kumbolo

Selain membawa perlengkapan, pendaki wajib menjaga sikap selama berada di kawasan Ranu Kumbolo. Dilarang mencelupkan bagian tubuh ke danau, mencuci langsung dengan sabun di keran, atau membuat kegaduhan yang mengganggu pengunjung lain.

Jika ingin mengambil air danau, gunakan wadah atau gelas, lalu rebus terlebih dahulu sebelum diminum. Pendaki juga diimbau untuk menghormati sesama, tidak berisik di malam hari, menjaga antrian di spot foto, serta tidak menyalakan lampu senter sembarangan ke arah tenda orang lain.

Dengan begitu, pendakian tidak hanya memberikan pengalaman pribadi, tetapi juga menjaga kenyamanan dan kelestarian alam. Menikmati keindahan Ranu Kumbolo memang menjadi impian banyak pendaki. Namun, agar perjalanan tetap aman dan nyaman, persiapan fisik, perlengkapan, serta mental tidak boleh disepelekan.

Dengan bekal yang matang, kamu bisa menikmati pesona danau abadi di jalur pendakian Semeru ini tanpa hambatan berarti. Jadi, rencanakan perjalanan sebaik mungkin, patuhi aturan pendakian, dan biarkan Ranu Kumbolo menjadi saksi indahnya pengalaman mendaki yang tak terlupakan.




(ihc/irb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads