EJFH 2022, 11 Desainer Jatim Pamer Karya di Lautan Pasir Bromo

EJFH 2022, 11 Desainer Jatim Pamer Karya di Lautan Pasir Bromo

Muhajir Arifin - detikJatim
Sabtu, 03 Des 2022 19:25 WIB
East Java Fashion Harmony 2022 Bromo
East Java Fashion Harmony 2022 di lautan pasir Bromo. (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

East Java Fashion Harmony (EJFH) 2022 digelar di Segoro Wedhi Gunung Batok Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mengusung tema Estetika Wastra Jawa Timur, acara ini merupakan wujud eksistensi keberagaman wastra (kain) khas Jawa Timur. Peragaan busana ditampilkan secara eksotis dengan latar belakang Gunung Bromo yang menawan.

EJFH menampilkan busana wastra karya 11 desainer asal Jatim yang memiliki segudang prestasi baik regional, nasional, maupun internasional. Karya batik maupun tenun 11 desainer tersebut kemudian dibawakan dengan elok oleh para model sehingga membuat penonton terpesona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas terselenggaranya gelaran EJFH 2022.

"Ini luar biasa ketika wastra khas Jatim ditampilkan dalam peragaan fesyen dengan latar Gunung Bromo yang indah. Saya yakin ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan kekayaan Jawa Timur dengan keanekaragaman wastranya ke kancah dunia," ungkap Gubernur Khofifah, Sabtu (3/12/2022).

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menyatakan, gelaran ini juga sengaja dihelat sebagai upaya mewujudkan pelestarian budaya bangsa Indonesia. Dengan harapan pelestarian tersebut juga akan semakin menguatkan ekonomi Jawa Timur.

"Dengan pelestarian wastra khas Jatim, maka produktivitas para perajin khas Jatim akan semakin meningkat. Maka acara ini saya rasa sarat akan manfaat baik untuk kebangkitan ekonomi juga sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa Indonesia," terangnya.

Dengan pemilihan lokasi di kawasan wisata Bromo atau Kaldera Tengger, Khofifah berharap semangat pelestarian dan mengenalkan budaya Jatim dan Indonesia bisa tersampaikan. Masyarakat dunia juga bisa lebih mengenal kekayaan alam dan wastra Jatim dan Indonesia.

"EJFH ini kita harap jadi mercusuar kekuatan dan kemajuan bangsa kita sebagai bangsa yang berbudaya dan berkarakter. Sekaligus membangun paradigma dan harmonisasi baru pada sektor pariwisata dengan basis kebudayaan," harapnya.

Event mode yang telah digelar kali keempat ini juga mendapatkan predikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sebagai 10 Kharisma Event Nusantara (KEN).

"Tidak mudah untuk berada di titik ini, perlu banyak pengorbanan baik tenaga maupun pikiran. Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Jawa Timur. TNBTS, khususnya terima kasih kepada masyarakat Tengger ," tukas Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan tokoh masyarakat Tengger, Supoyo menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Jatim atas digelarnya EJFH 2022. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah nyata pemerintah untuk membangkitkan ekonomi di kawasan wisata Bromo.

"Masyarakat Tengger sangat mendukung acara pameran batik tradisional khas Jatim ini. Semoga acara ini berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di Bromo dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar," tutupnya.

Selain melestarikan budaya, gelaran ini juga tak mengesampingkan kebutuhan konservasi di wilayah TNBTS. Para tamu undangan VIP yang hadir turut memberikan sumbangsih pada proses konservasi kawasan TNBTS. Adapun konservasi yang dilakukan adalah dengan menanam pohon cemara gunung di kawasan Gunung Bathok serta bunga Edelweis di sekitaran Kantor TNBTS.



Simak Video "Geledah Gedung DPRD Jatim, KPK Sita Uang Tunai Rp 1 M "
[Gambas:Video 20detik]
(fat/dte)