5 Fakta Rombongan Rubicon Paksa Masuk Bromo Catut Gubernur Khofifah

Dida Tenola - detikJatim
Rabu, 23 Nov 2022 09:46 WIB
Rombongan rubicon paksa masuk bromo
Cekcok rombongan Rubicon paksa masuk Bromo dengan petugas TNBTS (Foto: Dok. Tangkapan Layar/TikTok)
Surabaya -

Rombongan Jeep Rubicon terlibat cekcok dengan petugas TNBTS. Rombongan itu memaksa masuk kawasan wisata Bromo. Adu mulut itu viral di media sosial.

Kejadian itu terjadi di kawasan Pakis Binjil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan, Sabtu (19/11) pagi.

"Ada sekitar 12 mobil Rubicon yang mau masuk, dihadang petugas TNBTS," jelas Kapolsek Tosari AKP Dedy Suryo Cahyono kepada detikJatim, Selasa (22/11/2022).

Peristiwa itu dibagikan oleh salah satu akun TikTok @widiandharmasingg. Akun tersebut membubuhi caption:

"Info Di lapangan Rombongan Robicon Memaka masuk Pintu Bromo via Pasuruan Dengan alasan undangan Gubernur" tulis akun tersebut.


Lalu, apa pemicu rombongan Rubicon itu ngotot masuk ke Bromo. Serta, apa alasan TNBTS menutup portal dan menghalangi rombongan Rubicon tersebut?

Ini 5 Fakta Rombongan Rubicon Paksa Masuk Bromo hingga Catut Gubernur Khofifah

1. Rombongan Rubicon Bawa-bawa Nama Gubernur Khofifah

Dalam video viral itu, terdengar rombongan Rubicon membawa-bawa nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mereka mengaku punya undangan untuk menghadiri acara Fashion Show Bromo.

Salah seorang rombongan Rubicon yang turun menyebut bahwa acara tersebut berlangsung pada Minggu (20/11).

"Acara tanggal 20 (November), minggu besok. Tanggal 20 sama acaranya gubernur," kata seorang rombongan Rubicon di video tersebut.

Namun, petugas TNBTS menjelaskan bahwa acara Fashion Show Bromo yang dimaksud bukan berlangsung tanggal 20 November. Acara itu digelar 3 Desember mendatang.

Petugas TNBTS kemudian mencoba menelepon salah satu panitia acara tersebut. Dia me-loud speaker HP-nya. Seorang panitia di ujung telepon itu kemudian membenarkan bahwa acara dihelat 3 Desember.

"Tanggal 3," katanya.

Larangan masuk itu membuat rombongan mobil Rubicon geram. Mereka sempat bersitegang dengan petugas.

Rubicon paksa masuk bromoRombongan Rubicon yang paksa masuk Bromo. (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)

2. Rombongan Rubicon Langgar Aturan

Koordinator Pelaku Wisata Bromo Widian Singgih buka suara soal alasan rombongan Rubicon itu dilarang masuk ke Bromo. Mereka disebut tak mematuhi aturan setempat. Mereka tidak mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi)

Siapapun yang mau ke Bromo dengan mobil atau roda empat, harus berganti dengan kendaraan masyarakat lokal.

"Kalaupun memakai roda empat, itu ada izin dan Simaksi dari TNBTS," jelas Singgih.

Sementara Plt Camat Tosari Hendi mengatakan bahwa rombongan Rubicon itu arogan. Dia sudah berkomunikasi dengan salah satu petugas TNBTS yang menghalau rombongan tersebut.

"Sudah saya konfirmasi ke Pak Sion (petugas TNBTS). Mereka itu, apa ya, bersikap arogan. Apalagi mengatasnamakan salah satu institusi negara (gubernur Jatim)," kata Hendi.

Hendi mengharapkan aturan masuk kawasan TNBTS bagi komunitas dipertegas.

"Mungkin ke depan perlu aturan jelas terkait dengan aturan masuk di TNBTS. Meskipun sudah ada aturan, tapi kadang masih ada yang cari celah untuk bisa masuk," sebutnya.

Lihat video 'Bawa-bawa Nama Khofifah, Pengendara Rubicon Paksa Masuk Kawasan Bromo':

Dari mana asal rombongan Rubicon tersebut? Baca halaman selanjutnya.