Yuk Menikmati Suasana Desa 'Coklat' di Banyuwangi, Suejuk Masszzeh!

Ardian Fanani - detikJatim
Sabtu, 26 Mar 2022 07:18 WIB
Edel, Cokelat Terbaik di Dunia dari Banyuwangi
Kebun Cokelat di Dusun Kakao Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Banyuwangi memiliki perkebunan yang mengolah kakao menjadi cokelat lezat berbagai varian. Bahkan ada cokelat yang konon terbaik di dunia. Cokelat apa itu?

Namanya kakao Edel. Jenis kakao dengan kualitas terbaik di dunia ini bisa ditemukan di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya di Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Kakao edel disebut juga fine cocoa atau kakao mulia. Tentu saja harganya mahal.

"Kenapa dibilang lebih mahal? Karena (edel) punya cita rasa sendiri yang tidak sama dengan kakao biasa. Kakao edel itu memang kakao yang banyak digunakan untuk produk-produk tertentu bisa kosmetik, konsumsi, dan lain-lain," ujar Benny Hendricrianto, Manager Wilayah Banyuwangi PTPN XII kepada detikJatim, Sabtu (26/3/2022).

Di Banyuwangi bila ingin mengetahui seperti apa kakao edel, wisatawan bisa berkunjung ke Perkebunan Kendeng Lembu. Tidak perlu khawatir kebosanan karena Perkebunan Kendeng Lembu kini disulap menjadi destinasi wisata yang dinamakan Dusun Kakao.

Di Dusun Kakao selain bisa melihat langsung proses pengolahan kakao menjadi cokelat, di tempat ini juga menikmati berbagai hidangan serba cokelat.

"Kakao di sini bijinya berwarna putih, beda dari biji kakao pada umumnya yang berwarna keunguan. Rasa cokelatnya juga cenderung asam buah-buahan dan after taste-nya menghasilkan rasa madu. Kebanyakan kami ekspor ke Jepang, Jerman, Perancis, Italia, Amerika, Malaysia, dan Singapura," ungkapnya.

Untuk menambah nilai ekonomis, kata Benny, pihaknya juga memproduksi berbagai olahan cokelat di Dusun Kakao. Setidaknya ada 9 varian olahan cokelat yang memiliki cita rasa yang khas. Cokelat-cokelat tersebut bisa dinikmati kapan saja oleh wisatawan yang datang berkunjung.

"Ada beberapa varian yang kita produksi. Di antaranya, Macadamia Milk, Prisma Milk, Prisma Dark, Fruity Praline, Couverture Bar, Compound Barm Brewed Choco Drink, Choco Truffle, dan Cendol Nusantara," sebutnya.

Edel, Cokelat Terbaik di Dunia dari BanyuwangiCokelat Terbaik di Dunia dari Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani

Edel memiliki citarasa yang enak, warna cokelatnya cerah, mild flavor, fruity, sweet, dan spicy. Alhasil, biji Kakao Edel sering digunakan sebagai pencerah dan sumber citarasa pada makanan berbahan baku cokelat.

Kakao edel memiliki citarasa yang sangat baik sehingga di pasaran dunia diminati dengan harga tinggi.

"Fine cocoa itu hanya ada di Indonesia. Harganya (biji kakao) bisa mencapai Rp 138 ribu perkg. Kalau (kakao) bulk hanya berkisar 2,5 sampai 3 dolar AS saja," katanya.

Jenis kakao ini memerlukan teknik budidaya yang intensif. Dibandingkan kakao lain, budidaya edel membutuhkan perlakuan khusus. Edel memiliki kualitas terbaik karena asalnya yang merupakan persilangan dari beberapa varietas kakao.

Selain kakao edel, Perkebunan Kendeng Lembu juga memproduksi kakao jenis bulk yang kualitasnya tidak sebagus edel. Kakao bulk banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk cokelat bubuk atau blok.

Sejarah Kakao Edel di bumi Nusantara terentang panjang. Masuk ke Indonesia sejak 1560, dibawa oleh orang Spanyol yang mendarat di Sulawesi. Jenis Criolo Venezuela inilah yang kemudian menjadi moyang dari klon Djati Roenggo (DR), varietas Kakao Edel yang dibudidayakan oleh Doesoen Kakao, Kebun Kendenglembu.

Klon ini berhasil di muliakan oleh C.J.J. Van Hall-peneliti dari Cacao Proefstation de Salatiga-Balai Penelitian Kakao Salatiga-pada tahun 1912. Sampai saat ini, varietas yang bertahan adalah DR1, DR2, DR 38. Semuanya di budidayakan oleh Doesoen Kakao, Kebun Kendenglembu.

Budidaya Kakao Edel di Kebun Kendenglembu dilakukan dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk memperoleh mutu produk dengan karakter spesifik dan konsisten serta mempunyai keunggulan kompetitif sebagai Specialty Java A Light Breaking Cocoa.



Simak Video "BPOM Setop Sementara Peredaran Cokelat Kinder"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)