Patung Gajah Mada Tertinggi di Indonesia Dikritik Dinilai Kurang Estetik

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 14:18 WIB
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat, patung Gajah Mada di Mojokerto sebagai yang tertinggi. Proses pembuatan patung Mahapatih Majapahit itu memakan waktu 7 tahun.
Patung Gajah Mada di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Arca Agung Maha Patih Gajah Mada di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Mojokerto menjadi patung Gajah Mada tertinggi di Indonesia. Sayangnya, patung Mahapatih Majapahit ini menuai kritik dinilai kurangnya nilai keindahan (estetika).

Pemerhati Sejarah Majapahit, Iwan Abdillah menilai, patung raksasa di wisata desa itu belum menggambarkan sosok Gajah Mada. Ia mengakui, sampai saat ini belum ada seorang pun yang mengetahui secara benar wujud fisik Mahapatih Majapahit tersebut.

Namun, patung yang dibangun pemilik wisata desa, Mulyono, dinilai jauh dari sosok Gajah Mada yang selama ini ia ketahui. Baik dari hasil penelitian Arkeolog Muhammad Yamin maupun karya pelukis Empu Haris.

"Saya kurang cocok dengan patung itu karena belum bisa menggambarkan Gajah Mada," kata Iwan kepada detikJatim, Sabtu (22/1/2022).

Sementara jika dilihat sebagai karya seni, Iwan menilai, patung Gajah Mada setinggi 17 meter itu kurang estetik. Seperti diketahui, Mulyono menyerahkan pembangunan patung raksasa itu kepada tukang las dan tukang bangunan biasa.

"Sayangnya kenapa tidak diserahkan kepada ahlinya yang bisa membuat lebih indah lagi, lebih enak dipandang," ujarnya.

Iwan berpendapat, masyarakat tidak perlu susah payah mencari tahu hingga mewujudkan sosok Gajah Mada. Menurutnya, semangat dan perjuangan Mahapatih Majapahit itulah yang patut diteladani para generasi muda.

"Sebagai generasi penerus kita harus punya keberanian. Gajah Mada sampai bersumpah tidak akan hidup enak selama belum bisa mewujudkan impian dan cita-citanya, itu kan luar biasa, itu melampaui ekspektasi seorang pemimpin sebuah negeri. Dia Mahapatih mempunyai pemikiran luar biasa," terangnya.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat, patung Gajah Mada di Mojokerto sebagai yang tertinggi. Proses pembuatan patung Mahapatih Majapahit itu memakan waktu 7 tahun.Patung Gajah Mada di Mojokerto/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, sampai saat ini belum ada yang mengetahui secara benar fisik Gajah Mada. Oleh sebab itu, masyarakat boleh saja menggambarkan sosok Mahapatih Majapahit itu dalam karya seni. Namun, ia menyarankan agar patung Gajah Mada dibuat seindah mungkin.

"Jadi, kalau ada yang mau menggambarkan sosok Gajah Mada dalam bentuk patung, sah sah saja, tapi sebaiknya dibuat dalam bentuk karya seni yang indah," jelasnya.

Dari segi keindahan, Wicaksono menilai patung Gajah Mada raksasa di wisata desa kurang estetis. "Kalau sifatnya rekonstruksi maupun interpretasi dia penggambarannya tidak natural, benar-benar seperti kartun. Misalnya kalau mau membuat, seperti Wisnu Garuda di Bali yang dibuat sangat indah dan natural. Terkait nanti penggambarannya masih interpretatif, tapi itu menjadi karya seni yang indah. Itu kalau saya melihatnya dari karya seni," terangnya.

Pemilik Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Mulyono menuturkan, patung Gajah Mada dibangun selama 7 tahun, yakni 2012-2018. Ia mengakui patung tersebut dibangun pekerja dengan latar belakang tukang las dan tukang bangunan biasa.

Model untuk membangun patung setinggi 17 meter itu ia dapatkan saat ritual di makam Dewi Andongsari di puncak bukit Gunung, Desa Sendangrejo, Ngimbang, Lamongan. Andongsari dipercaya sebagai ibu Gajah Mada. Saat ritual itulah, menurutnya tiba-tiba muncul patung yang wujudnya seperti di halaman wisata desa sekarang.

"Saya mendirikan ini (patung Gajah Mada) menjadi kontroversi, wujudnya Gajah Mada bagaimana, di Mojokerto versinya banyak, ada 14 versi termasuk karya Yamin. Akhirnya saya mengambil garis tengah, ini namanya Gajah Mada primitif. Jadi, biar tidak timbul kontroversi," tambahnya.

Meski demikian, patung Gajah Mada tersebut membuat Mulyono mendapat penghargaan dari MURI pada 11 April 2021. Yakni atas rekor Pemrakarsa Pembuatan Patung Gajah Mada Tertinggi di Indonesia.



Simak Video "UGM Cari Rektor"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)