Bonek Disaster Response Team (BDRT) merupakan tim kemanusiaan yang dibentuk dari lingkungan suporter Bonek. Tim ini menangani berbagai kebutuhan, mulai dari medis dan keselamatan hingga respons kebencanaan.
Selain aktif membantu suporter di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya bertanding, BDRT juga turun langsung ke sejumlah daerah terdampak bencana, termasuk NTT dan Sumatera.
"Kalau BDRT itu kita berdiri sendiri. Jadi di bawah naungannya Green Nord. Untuk kegiatannya BDRT ada banyak. Selain misalkan stand by ketika Persebaya main di stadion waktu ada pertandingan, selain itu kita juga aktif di bidang kemanusiaan," kata Bryan kepada detikJatim, Sabtu (3/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di stadion, BDRT menjalankan fungsi kemanusiaan dengan melibatkan anggota yang memiliki kemampuan medis dan respons lapangan. Mereka dapat memberikan pertolongan kepada suporter yang membutuhkan bantuan saat pertandingan berlangsung.
Namun, aktivitas BDRT tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Tim ini juga merespons kebutuhan masyarakat di luar stadion, termasuk layanan ambulans dan kegiatan pencarian serta pertolongan atau SAR.
"Tidak cuma ketika ada pertandingan saja, kalau ada respons ambulans atau butuh ambulans di luar buat masyarakat umum, itu kita juga respons. Terus kita juga aktif di kontingen SAR. Jadi kalau ada kegiatan atau ada orang yang membutuhkan pencarian SAR, kita aktif juga di situ," bebernya.
BDRT juga tidak hanya merekrut relawan. Anggota yang terlibat dalam tugas kemanusiaan mendapatkan pelatihan, terutama kemampuan pertolongan pertama dan medis. Sejumlah dokter, perawat, paramedis, serta anggota dengan kemampuan SAR juga terlibat dalam tim tersebut.
"Untuk anggota itu wajib mengikuti pelatihan. Terutama itu Medical Response. Di BDRT ini kan lebih ke paramedis. Jadi dari tim atau anggota BDRT itu wajar menggunakan pelatihan," katanya.
Kegiatan kemanusiaan BDRT kemudian berkembang keluar Surabaya. Tim tersebut pernah membantu penanganan bencana di Sumatera dan NTT serta daerah lain bahkan di luar pulau Jawa. Bryan mengatakan keterlibatan anggota tidak semata didorong kepentingan kelompok, tetapi rasa kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Jadi anggota BDRT ini sebenarnya tergantung dari kesungguhan niat hati. Karena semua tindak manusia kan dari hati, jadi saya rasa teman-teman BDRT ini empati dan niatnya tinggi. Jadi di manapun tempatnya itu kita mesti harus membantu," ujarnya.
Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menunjukkan sisi lain Bonek di tengah stigma negatif yang selama ini melekat pada kelompok suporter tersebut.
"Kalau Bonek memang dari dulu tidak terlepas dari konflik yang ada, maksudnya stigmanya jelek. Stigma kriminal atau stigma dan lain-lain itu banyak di Bonek. Dan kita salah satu upaya untuk melepas stigma itu," katanya.
