Melihat Lebih Dekat Produsen Bola Piala Dunia 2026 di Madiun

Melihat Lebih Dekat Produsen Bola Piala Dunia 2026 di Madiun

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 16:22 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Switzerland v Algeria - BC Place, Vancouver, Canada - July 2, 2026 A close-up of the match balls inside the stadium before the match REUTERS/Lee Smith
Bola Resmi Piala Dunia 2026 bernama Trionda yang ternyata dibuat di pabrik alat olahraga di Madiun, Jawa Timur.
Madiun -

Nama Kabupaten Madiun kembali menggema di kancah sepak bola internasional. Kepercayaan global menempatkan PT Global Way Indonesia (GWI), pabrik yang berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun sebagai produsen resmi bola pintar 'Trionda' untuk turnamen akbar Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan AS.

Pihak internal perusahaan memastikan bahwa seluruh proses manufaktur bola canggih tersebut kini telah rampung dan siap memanjakan mata para pencinta sepak bola dunia.

"Iya (betul PT. GWI yang produksi. Sudah selesai produksinya, karena sudah main bolanya (piala dunianya)," ujar Person In Charge (PIC) PT GWI, Desy, saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, informasi detail mengenai volume maupun teknis kontrak produksi bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasikan secara sembarangan kepada publik.

"Mohon maaf. Sesuai kebijakan perusahaan, seluruh informasi kepada media hanya dapat disampaikan oleh beliau (General Manager). Kebetulan beliau sedang dinas ke luar negeri," tandas Desy.

ADVERTISEMENT

Mengenal Pabrik PT GWI Lebih Dekat

Melihat lebih dekat ke dalam dapurnya, PT GWI merupakan raksasa manufaktur alat olahraga yang berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare di kawasan Jalan Raya Pilangkenceng-Caruban.

Pabrik ini resmi beroperasi pada tahun 2020 setelah mulai dibangun pada 2019, dan kini memegang peran vital sebagai basis produksi utama menggantikan pabrik lama mereka di Surabaya yang telah ditutup.

PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026.PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026. (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)

Salah satu hal paling membanggakan dari pabrik ini adalah kontribusinya terhadap kesejahteraan daerah. Dari total 2.600 tenaga kerja yang diserap oleh PT GWI, sekitar 90 persen di antaranya merupakan warga asli Kabupaten Madiun.

Melalui tangan-tangan terampil pekerja lokal inilah, produk olah raga kualitas ekspor premium dilahirkan untuk pasar internasional, tanpa didistribusikan ke pasar dalam negeri.

Hubungan kerja sama strategis antara PT GWI dengan apparel dunia Adidas pun tergolong sangat solid karena telah menginjak usia 29 tahun. Sebelum memusatkan produksi di tanah air sejak Piala Dunia 2014 hingga kini, basis pembuatan perlengkapan olahraga mereka sempat ditempatkan di China.

Cerita Sukses Bola Al Rihla

Prestasi gemilang memproduksi bola Piala Dunia 2026 ini sejatinya bukan hal baru bagi PT GWI. Berdasarkan catatan rekam jejak korporasi, pabrik di Madiun ini merupakan produsen utama di balik lahirnya Al Rihla, bola resmi yang menyita perhatian dunia pada pergelaran Piala Dunia 2022 di Qatar lalu.

Kala itu, pengerjaan Al Rihla menjadi bukti awal keandalan pekerja Madiun dalam memenuhi standar ketat FIFA. Kesuksesan Al Rihla yang mendunia tersebut menjadi batu loncatan besar yang membuat Adidas tidak ragu untuk kembali menurunkan mandat pembuatan bola resmi generasi berikutnya di pabrik yang sama.

PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026.PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026. (Foto: dok Sugeng Harianto/detikJatim)

Jika Al Rihla sukses memukau dunia di Qatar, kini giliran Trionda yang unjuk gigi. Nama Trionda sendiri diambil dari perpaduan kata 'tri' yang merujuk pada tiga negara tuan rumah bersama, serta kata 'onda' yang berarti gelombang dalam bahasa Spanyol.

Trionda dirancang sebagai bola pintar generasi baru yang mengadopsi teknologi mutakhir. Di dalam struktur bola, tertanam sebuah komponen chip sensor berspesifikasi tinggi yang bertugas membaca sekaligus merekam setiap pergerakan bola di lapangan secara real-time.

Data dari sensor ini nantinya akan langsung terintegrasi secara instan dengan ruang kontrol Video Assistant Referee (VAR) demi menunjang keadilan dan akurasi keputusan wasit di setiap pertandingan.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads