Musim ini, Rakhmad Basuki ditunjuk dua kali untuk mengemban amanat sebagai pelatih interim Madura United. Ia hadir guna mengisi kekosongan kursi pelatih kepala setelah didepaknya Alfredo Vera dan Carlos Parreira.
Secara keseluruhan, delapan laga telah dijalani Rakhmad musim ini. Mengejutkannya, lima di antaranya berakhir dengan kemenangan dan tiga sisanya berakhir dengan satu poin.
Di pinggir lapangan, instruksinya sederhana. Bertahanlah serapat mungkin sebagai satu unit lalu transisi. Selebihnya, ia serahkan pada kreativitas pemain dalam merangkai serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema permainan seperti inilah yang membawa Madura United mentas dari lubang degradasi secara meyakinkan. Sapeh Kerrab yang sebelumnya tertatih di papan bawah dengan sebelas laga tanpa kemenangan, kini perlahan naik ke peringkat 14 di bawah kendali Rakhmad Basuki.
Pelatih asal Pamekasan tersebut memaknai sepak bola bertahan sebagai suatu hal yang logis. Menurutnya, sebuah tim minimal sulit ditumbangkan manakala menerapkan jenis pendekatan ini.
"Sebenarnya saya lebih berpikir logis bahwa, ketika kita defend, minimal kita tidak kalah. Ketika kita gagal menyerang, minimal kita seri. Tapi ketika defend kita sudah gagal, kemungkinan untuk kalah itu sangat besar. Makanya, saya perbaiki defend itu," tutur Rakhmad usai menang atas Bali United (5/5/2026).
Manakala Madura menggalang pertahanan, beragam variasi formasi tersaji. Sapeh Kerrab bisa bermain dengan dua lini yang fokus menguatkan sektor belakang, atau pakem tiga lini yang solid.
Terobosan ini diakui Rakhmad sebagai upaya untuk membenahi kekurangan tim berdasarkan analisis yang dilakukannya bersama tim.
"Bagaimana fleksibilitas formasi di situ saya tekankan benar memang. Karena setelah pertandingan atau latihan, kita sering melakukan analisis bahwa posisi kita saat ini salah, posisi kalian saat bermain lawan ini salah," ujarnya.
Rakhmad mengatakan bahwa ia meyakini secara teguh gaya bermain bertahan. Prioritas mengutamakan pertahanan dalam membangun sebuah permainan menjadi prinsip utamanya.
"Ya, murni karena logis. Feeling saya, sepak bola itu tentang bertahan dulu," terangnya.
Pelatih yang telah 10 tahun mengabdi untuk Madura United tersebut juga mengatakan bahwa Iwan Setiawan adalah salah satu inspirasinya. Keduanya merupakan pelatih yang dominan memperagakan gaya bertahan.
Satu pakem yang dipelajari dari prinsip taktik Iwan adalah menyusun tim yang dapat tampil solid secara utuh dalam bertahan. Untuk mewujudkan itu, ia menerangkan bahwa setiap pemain harus memiliki keterampilan bertahan individual.
"Coach Iwan salah satu mentor saya. Jadi, coach Iwan itu menanamkan bagaimana kalian bisa kuat secara unit di belakang kalau per individu kalian tidak kuat," jelasnya.
Perbaikan kemampuan bertahan pemain menjadi hal yang ditekankan Rakhmad dalam pematangan tim. Dengan begitu, setiap penggawa dapat mengantisipasi bermacam situasi gempuran lawan.
"Makanya, perbaiki duu individu kalian, kuat satu lawan satu. Kalaupun kalah jumlah, satu lawan dua kalian juga harus kuat," pungkasnya.
(auh/hil)











































