Rakhmad Basuki mengaku kini bernapas lega usai membawa Madura United menaklukkan Bali United dengan skor 2-0. Hasil ini membuat Sapeh Kerrab kini bertengger di urutan ke-14 klasemen dengan genggaman 32 angka, berjarak 5 poin dari batas degradasi.
Kemenangan Madura United terjadi di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026) sore. Dua gol Sapeh Kerrab tercipta dari kaki Iran Junior dan sepakan penalti Junior Brandao.
Torehan positif ini sangat disyukuri oleh Rakhmad. Sosok yang dipercaya sebagai pelatih interim Sapeh Kerrab tersebut merasa lega sebab mampu menderek performa tim hingga menjauh dari terkaman degradasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersyukur atas kemenangan ini. Kami sedikit bisa bernapas lega sekarang, kami keluar dari zona degradasi," tutur Rakhmad Basuki dalam jumpa pers usai laga.
Pelatih asal Pamekasan tersebut juga mengapresiasi kinerja para pemainnya. Ia memaparkan, para penggawa Madura senantiasa menunjukkan upaya maksimal, baik saat latihan maupun pertandingan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain atas kerja keras kita selama persiapan sampai di hari pertandingan. Mereka layak mendapatkan ini karena saya melihat di latihan mereka kerja luar biasa, fokus," ujarnya menambahkan.
Sorotan khusus ia tujukan pada kesigapan pemain Madura manakala menggalang pertahanan. Rakhmad sangat senang dengan kesabaran skuadnya dalam menahan gempuran dan tak tergesa menekan lawan.
Rakhmad juga memaparkan bahwa instruksinya sepanjang laga adalah bertahan secara dalam, secara sabar, dan melancarkan transisi cepat saat berhasil merebut bola.
"Kerja keras pemain luar biasa, terutama saat defend. Mereka sangat sabar saat defend. Bahkan dalam beberapa momen saya bilang saya enggak mau melakukan high pressing. Kita tunggu saja di bawah, kita rebut bola itu, kita lakukan transisi," jelasnya.
Dalam laga, berulang kali transisi serangan balik Madura United yang hampir merobek gawang Bali United. Skema tersebut diakui Rakhmad sering dimatangkan dalam latihan.
Namun, ia menerangkan bahwa pola serangan dalam momen transisi merupakan hasil kreativitas pemain. Rakhmad mengaku tak banyak campur tangannya dalam skema serangan sebab fokus utamanya adalah pertahanan tim.
"Sebenarnya skema transisi itu di latihan, selebihnya karena kreativitas pemain, termasuk gol pertama tadi. Tapi yang jelas, fokus saya adalah bagaimana kita bertahan dengan baik," pungkasnya.
(auh/hil)
