Persela Lamongan meliburkan seluruh pemainnya selama sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Meski mendapat waktu istirahat, para pemain tetap diminta menjaga kondisi fisik, termasuk berat badan.
Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu dijadwalkan kembali menjalani latihan pada 23 Maret 2026 di Stadion Surajaya. Pelatih Persela, Bima Sakti, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi kenaikan berat badan pemain selama libur Lebaran. Salah satunya dengan melakukan penimbangan sebelum tim diliburkan.
"Sebelum libur kita sudah timbang pemain. Jadi nanti ada kontrol ketika mereka kembali," ujar Bima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, pemain yang mengalami kenaikan berat badan akan dikenai sanksi sesuai kesepakatan bersama tim.
"Kalau ada yang naik 1 sampai 2 kilogram, ada sanksinya. Itu sudah jadi komitmen bersama," tegasnya.
Tak hanya soal berat badan, kedisiplinan waktu juga menjadi perhatian. Para pemain diwajibkan kembali tepat waktu saat latihan dimulai kembali.
"Di tanggal 23 semua harus sudah mulai berlatih. Ada denda juga kalau pemain terlambat tanpa alasan yang bisa ditoleransi," tambahnya.
Selama masa libur, pemain juga tetap dibekali program latihan mandiri untuk menjaga kebugaran. Hal ini penting karena momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan berlemak dan tinggi kalori.
"Pasti nanti mereka makan sate, opor, lontong sayur, kue-kue seperti nastar. Makanya kita kasih program supaya kondisi tetap terjaga," jelasnya.
Meski begitu, Bima optimistis para pemainnya bisa menjaga profesionalisme. Ia menilai skuad Persela cukup dewasa untuk tetap disiplin meski sedang menjalani masa libur kompetisi.
(auh/abq)
