Penggawa Persela Sambut Kembalinya Atmosfer Suporter di Surajaya

Penggawa Persela Sambut Kembalinya Atmosfer Suporter di Surajaya

Dimas Linang Jati Pratondo - detikJatim
Senin, 16 Mar 2026 21:00 WIB
Pemain Persela menghampiri tribun untuk menyapa para suporter
emain Persela menghampiri tribun untuk menyapa para suporter/Foto: Dokumen Persela Lamongan
Lamongan -

Gemuruh suporter kembali menggeliat di Stadion Surajaya Lamongan dalam laga persahabatan Persela kontra Persekat yang berkesudahan 0-0, Sabtu (14/3/2026). Kehadiran suporter mengobati kerinduan penggawa Laskar Joko Tingkir yang terkena sanksi tanpa penonton sepanjang musim ini.

Kembali merayakan sebuah pertandingan bersama suporter memberi arti mendalam untuk para penggawa Persela, salah satunya Rafiud Drajat. Pemain berposisi bek kanan tersebut merasa takjub. Momen ini mengingatkannya ketika pertama kali berlaga di Surajaya.

"Sungguh luar biasa. Setelah tiga tahun, saya kembali merasakan atmosfer yang sama hebatnya seperti saat pertama kali saya menginjakkan kaki di sini untuk membela Persela Lamongan," ujar Rafiud Drajat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laga ini juga punya makna khusus bagi penyerang Risqki Utomo. Pemain yang akrab disapa Boski tersebut teringat waktu kali pertama diajak ayahnya mendukung Persela di Surajaya. Ia merasa bangga dan terharu kini bisa merasakan dukungan sebagai pemain.

ADVERTISEMENT

"Lama tidak mendapatkan dukungan seperti ini, membuat saya merasa terharu dan bangga bisa bermain di sini lagi. Waktu kecil ayah saya mengajak ke sini sebagai L.A Mania, dan sekarang saya bangga menjadi pemain yang didukung L.A Mania dan Curva Boys," ungkap Risqki Utomo.

Perlu waktu cukup lama bagi Daniel Goncalves untuk bisa merasakan gemuruh Surajaya untuk kali pertama. Ia merasa senang dan bangga akhirnya bisa berlaga di hadapan dukungan langsung suporter Persela.

"Hampir satu musim aku tidak bisa melihat mereka datang ke sini (Surajaya). Penantian ini cukup panjang dan aku bangga dengan dukungan mereka," kata Daniel Goncalves.

Sementara itu, pelatih Bima Sakti bergidik dengan gairah dukungan para suporter. Atmosfer ini membawa memorinya kembali ke masa lalu kala berlaga di Surajaya sebagai pemain tim tamu.

"Melihat gemuruh Surajaya tadi malam membuat saya merinding. Gairah sepak bola Lamongan begitu luar biasa. Teringat dulu Stadion Surajaya yang belum dibangun, setiap pertandingan Persela stadion selalu penuh," tutur Bima Sakti.



(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads