Pedro Matos menjalani debut bersama Persebaya dengan manis saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Bantul. Masuk sebagai pemain pengganti, ia turut mengantar Bajul Ijo meraih kemenangan telak 3-0.
Pedro masuk pada menit 71 menggantikan Milos Raickovic. Sepanjang debutnya di lapangan, ia mengirim 4 umpan yang seluruhnya tepat sasaran. Suatu catatan yang wajar karena Persebaya tampil bertahan.
Eks pemain Semen Padang tersebut menyampaikan bahwa melawan PSIM merupakan laga yang sulit. Namun, Persebaya cukup kuat untuk bisa membungkam Laskar Mataram dengan tiga gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku merasa sangat luar biasa, pertandingan pertama yang bagus. Pekerjaan yang cukup sulit, PSIM lawan yang bagus dan mereka menciptakan begitu banyak peluang tetapi kami kuat dalam bertahan. Lalu kami cukup bagus untuk mencetak gol, dan di babak kedua kami mencetak gol ketiga yang menuntaskan pertandingan. Ini kemenangan yang sangat penting untuk kami," tutur Pedro Matos.
Dalam laga tersebut, Pedro berperan sebagai pemain nomor 8 yang perlu rajin membantu serangan dan pertahanan. Menurutnya, ia terbiasa dengan peran dan posisi tersebut meskipun juga bisa bermain di lini yang sama dengan Rivera sebagai nomor 10.
"Aku merasa punya ikatan yang baik dengan Rivera dan Bruno. Aku bisa bermain sebagai nomor 10 seperti Rivera tapi juga bisa sebagai nomor 8. Bagiku itu normal dan sangat bagus kami memiliki pemain berkualitas," imbuhnya.
Selain itu, Pedro juga menyampaikan keinginannya untuk merasakan dukungan dahsyat suporter Persebaya dalam laga kandang melawan Dewa United pada Minggu (1/2/2026) nanti.
"Untuk pertandingan selanjutnya aku berharap semuanya bergulir dengan baik dan kami dapat mengemas poin penuh. Aku ingin melihat para suporter ketika laga kandang nanti. Sebagai salah satu tim terbesar di Indonesia, ekspektasiku adalah seperti hari ini, menang. Semoga pada laga selanjutnya fans bisa memberikan atmosfer dukungan terbaik untuk kami," pungkas Pedro Matos.
