Dari tengah lapang Rachmat Irianto berlari membawa bola, dengan langkah kaki serupa balerina. Penetrasinya membelah pertahanan PSIM, merangsek laju lepas pengawalan. Ditekuknya dua kali Rahmatzoda, disepaknya bola ke sudut gawang. Diciptakannya gol ketiga Persebaya.
Satu skuad Bajul Ijo merayakan gol Rachmat Irianto pada menit ke-84. Di bantul, di antara ribuan pasang mata, ia mencatatkan gol pertamanya musim ini. Untuk klub tanah kelahirannya, Persebaya Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol tersebut mengingatkan pada apa yang diciptakan Diego Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Legenda Argentina tersebut menggiring lebih dari separuh lapangan. Lima pemain Inggris dilewati dalam 68 meter yang ditapakinya.
Irianto tak berkelok-kelok sebagaimana Maradona memperdaya. Ia berlari lurus kencang dengan tekukan yang tak begitu signifikan. Gol tersebut tercipta dengan cara yang tak Irianto sekali.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menyanjung gol Irianto ke gawang PSIM tersebut. Ia menyamakan anak Bejo Sugiantoro itu dengan Diego Maradona.
"Saat aku melihat golnya hari ini, kupikir dia adalah Riandiego Armando Maradona," ungkap Tavares dalam konferensi pers.
Tak lazim rasanya melihat gol ketiga Persebaya ke gawang PSIM tersebut. Sebab, Rachmat Irianto selama ini dikenal sebagai pemain bertahan yang lugas, disiplin, dan tak banyak membawa bola.
Barang kali, pada Minggu sore itu, Diego Maradona sedang bersemayam pada diri Rachmat Irianto.
(auh/abq)











































