Bermula inisiasi seorang guru dan wali murid untuk membuka sekolah futsal, Great Grace Futsal Surabaya (GGFS) terbentuk pada Agustus 2015. Ia hadir sebagai wadah futsal yang berfokus pada aspek penting kehidupan manusia: karakter, mental, dan keberanian untuk punya harapan.
GGFS memulai fase awal perjalanannya dengan membina anak-anak usia sekolah dasar. Dari ruang kecil itu, GGFS mulai merintis mimpi-mimpi yang lebih panjang.
"Diawali dari membuka sekolah futsal untuk anak-anak usia 8-12 tahun. Berawal dari guru olahraga di sekolah anak saya ingin membuka sekolah futsal, lalu saya tertarik untuk menaruh anak-anak saya di sana karena melihat visinya yang sama," tutur Ervin Lin, Manajer GGFS pada detikJatim, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari demi hari menuntun GGFS pada babak baru untuk ditapaki. Tahun 2022, mereka membuka akademi untuk memperluas rentang usia pembinaan.
"Tepatnya di tahun 2022 kita pertama kali membuka akademi karena kita berpikir anak-anak muda ini perlu wadah yang positif untuk masa depan mereka," imbuhnya.
Sebagai sebuah klub yang telah lebih dari 10 tahun berdiri, beragam persoalan pernah GGFS lalui. Setiap tantangan dalam membina usia muda dihadapi GGFS sebagai bagian dari proses bertumbuh.
"Tantangannya di akademi ini kita menghadapi anak-anak yang masih di usia labil dan mencari jati diri. Itu ga mudah. Sering kali ketika mereka mood-nya baik bisa konsisten rajin berlatih, tapi kalau lagi jelek mereka bisa jenuh dan ga datang latihan. Kita benar-benar harus punya kemampuan untuk mengarahkan mereka," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa nilai kerja keras dan disiplin menjadi fondasi yang ditanamkan kepada setiap pemain dan pelatih, sejalan dengan visi bringing hope through futsal yang diusung Great Grace Futsal Surabaya.
"Kami menanamkan pada pemain dan pelatih kami kerja keras, disiplin karena Great Grace Futsal Surabaya yang memiliki visi bringing hope through futsal. Kita itu mengajarkan bahwa sebagus apapun skill kamu tetap harus kerja keras, konsisten, dan menjaga kedisiplinan. Itu tidak hanya diterapkan di futsal saja tetapi juga pada kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Sebagai wadah futsal, GGFS hadir lebih dari sekadar klub. Manakala akademi lain mengutamakan hasil pertandingan, mereka berfokus membina proses tumbuh kembang anak didiknya. Bagi GGFS, prestasi akan mengikuti anak yang tidak ditinggalkan saat sedang jatuh.
(auh/hil)











































