Pelatih anyar Persebaya Surabaya Bernardo Tavares blak-blakan soal peran Bonek dalam perjalanan tim ke depan. Ia menilai, dukungan besar suporter bisa menjadi kekuatan utama, namun juga berpotensi berubah menjadi tekanan bagi para pemain.
Menurut Bernardo, pembahasan dengan manajemen tidak hanya menyentuh aspek teknis dan taktik permainan, tetapi juga menyangkut bagaimana tim dikelola secara menyeluruh, termasuk relasi antara pemain dan suporter.
"Kami membahas hal-hal penting untuk tim, termasuk bagaimana tim ini harus dikelola dan bagaimana menciptakan hal-hal positif ke depan. Penting bagi manajemen untuk memahami pandangan saya. Persebaya adalah klub besar. Sejak 2004 belum meraih gelar, tapi punya basis suporter yang sangat besar," kata Bernardo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernardo menilai, status Persebaya sebagai klub besar dengan basis pendukung yang masif merupakan keuntungan besar. Namun, situasi tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi pemain-pemain muda yang masih dalam proses adaptasi dan perkembangan.
Meski demikian, Bernardo mengingatkan bahwa reaksi berlebihan terhadap kesalahan pemain justru bisa berdampak negatif pada mental bertanding.
"Ketika seorang pemain melakukan kesalahan dan suporter langsung bereaksi, pemain bisa menjadi gugup. Hal seperti ini harus kita hentikan," tegasnya.
Pelatih berusia 45 tahun itu menekankan bahwa Persebaya saat ini memiliki banyak pemain muda yang membutuhkan dukungan, terutama ketika menghadapi situasi sulit di pertandingan.
"Jika suporter tidak mendukung di momen sulit, pemain tidak akan berkembang dan akan takut mengambil risiko. Jika kita ingin menjadi tim yang bagus, suporter harus bersama tim," lanjutnya.
Bernardo berharap ke depan, kehadiran Bonek di stadion benar-benar menjadi energi positif bagi tim. Ia meyakini, dukungan yang konsisten baik saat menang maupun dalam kondisi sulit akan membantu pemain tampil lebih lepas dan berani di lapangan.
(auh/hil)











































