Bernardo Tavares menekankan bahwa keberadaan pemain muda menjadi hal penting bagi kinerjanya di Persebaya. Sebelumnya, pelatih asal Portugal tersebut dikenal sebagai sosok pelatih yang sering mengorbitkan banyak pemain muda.
Di PSM Makassar, banyak nama pemain belia bersinar di bawah asuhannya. Mulai dari Reza Arya hingga Ramadhan Sanantha, lalu Ananda Raehan sampai Victor Dethan. Nama-nama belia tersebut menjadi pilar Juku Eja sewaktu ditangani oleh Bernardo Tavares.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakter anak-anak Surabaya memiliki kemiripan dengan Makassar dari segi cara bermain dan mental bertanding. Hal tersebut dapat menjadi modal Tavares untuk mengorbitkan pemain muda. Apalagi, Persebaya memiliki pembinaan yang bagus.
"Kita perlu mempertahankan pemain penting dan mencoba mencari pemain bagus, tetapi yang utama kita perlu menengok akademi. Penting bagi kita untuk memiliki pemain fresh dengan ambisi besar. Ini adalah tujuan klub, melahirkan pemain dari akademi. Itulah bagaimana kita menciptakan kultur," ungkap Tavares.
Memainkan pemain muda terkadang rentan akan risiko. Banyak pelatih lain yang lebih memilih memasang pemain berpengalaman demi hasil akhir.
Tapi Tavares tak ingin mengikuti jalan instan pelatih lain. Di Persebaya ia ingin mengembangkan tim ini secara bertahap. Ekspektasi yang tersemat padanya tak membuat Tavares gentar untuk mengorbitkan pemain muda.
"Trofi terakhir Persebaya sudah lebih dari 20 tahun yang lalu, kita tidak boleh berekspektasi bahwa sesuatu akan berubah dengan sangat cepat, kita perlu menapakinya tahap demi tahap," tutur bekas Pelatih PSM Makassar tersebut.
(auh/abq)











































