Bernardo Tavares langsung menetapkan proses observasi pemain sebagai fokus utama pada sesi latihan perdananya bersama skuad Persebaya Surabaya. Nahkoda baru skuad Bajul Ijo itu menegaskan, agenda awal kepemimpinannya bukan semata-mata soal penerapan taktik, melainkan memahami kondisi, karakter, dan dinamika skuad secara menyeluruh.
Menurut Bernardo, menilai pemain tidak cukup hanya melalui tayangan pertandingan. Ia menilai sesi latihan dan interaksi sehari-hari menjadi aspek penting untuk membangun pondasi tim yang kuat.
"Saat ini target saya adalah menganalisis para pemain, melihat kondisi fisik mereka, serta memahami karakter masing-masing pemain. Menonton pertandingan itu satu hal, tapi melihat langsung latihan, perilaku di ruang ganti, dan interaksi antar pemain adalah hal yang berbeda dan sangat penting. Sepak bola bukan permainan individu," ujar Bernardo, Selasa (6/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih asal Portugal itu juga menilai bahwa pemahaman terhadap karakter pemain akan sangat menentukan pendekatan yang ia terapkan ke depannya, terutama dalam membangun kerja sama tim dan mental bertanding.
Bernardo mengakui, hasil positif yang diraih Persebaya pada pertandingan terakhir menjadi modal awal yang baik. Namun, ia menegaskan tim tidak boleh larut dalam euforia karena tantangan berat sudah menanti di depan mata.
"Hasil positif di laga terakhir tentu bagus, tetapi sekarang kami akan menghadapi Malut. Persebaya belum pernah menang melawan mereka. Musim lalu kalah 0-2 di kandang dan bermain imbang 0-0 saat tandang. Karena itu kami harus bekerja sangat keras," imbuhnya.
Catatan pertemuan tersebut membuat Bernardo menilai laga kontra Malut akan menjadi ujian penting, baik bagi dirinya sebagai pelatih baru maupun bagi para pemain Persebaya dalam menerapkan etos kerja dan disiplin permainan.
Ia menegaskan, sesi latihan perdana menjadi langkah awal untuk membangun intensitas, kebersamaan, serta mental kompetitif yang dibutuhkan tim menghadapi lawan-lawan dengan karakter kuat.
"Bagi saya, sepak bola adalah kerja kolektif. Karena itu, memahami pemain sebagai individu dan sebagai bagian dari tim menjadi dasar sebelum melangkah lebih jauh," tutup Bernardo.
