Pemain bola Liga 4 Perseta 1970 Tulungagung diduga mengalami retak pada tulang dada akibat tendangan brutal pemain PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan. Manajemen berencana membawa ke jalur hukum.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi, mengatakan dampak buruk tendangan tersebut baru diketahui pemainnya Firman Nugraha setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim dokter RSUD Bangkalan.
"Sebelumnya nggak mau dibawa ke rumah sakit, kemudian malamnya mengeluh sesak napas, akhirnya kami bawa ke rumah sakit dan setelah dilakukan rontgen dinyatakan ada yang retak rusuk bawah," kata Rudi, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Firman masih berada di Bangkalan untuk proses observasi dan penanganan lanjutan. Kondisi tersebut menjadi pukulan bagi skuad Laskar Badai Selatan karena berpengaruh terhadap psikologi timnya.
"Secara mental pasti berpengaruh," ujarnya.
Perseta 1970 menyesalkan adanya insiden tendangan brutal tersebut. Pihaknya menilai ulah pemain PS Putra Jaya telah mencoreng prinsip fair play dalam pertandingan bola.
"Kejadian tersebut itu sudah di luar dari konteks permainan ya. Saya sampaikan lagi, nanti selain ada sanksi disiplin, saya berharap pada sanksi hukum," ujarnya.
Rudi berencana membawa perkara tersebut ke jalur hukum karena jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk dalam dunia sepak bola. Ia menilai aksi yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi di luar konteks pertandingan sepak bola.
"Kami berencana untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum, saat ini masih dalam kajian. Kami akan konsultasi dulu dengan Askab PSSI Tulungagung," imbuhnya.
Menurutnya aksi kekerasan secara brutal dalam pertandingan sepak bola Liga 4 tidak hanya terjadi kali ini saja. Dalam setiap putaran selalu ada insiden bahkan sampai meninggal dunia.
"Selama ini kekerasan di lapangan itu semua orang memahami itu adalah konteks permainan. Saya berharap dengan kita membawa persoalan ini karena hukum agar semua belajar. Semua ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Langkah hukum itu diyakini akan membawa perubahan besar bagi perkembangan sepak bola nasional. Manajemen Perseta 1970 juga berharap tidak akan ada lagi korban-korban kekerasan berikutnya.
Rudi menjelaskan saat ini posisi Perseta 1970 berada pada posisi puncak klasemen grup C Liga 4 PSSI Jatim. Pihaknya masih harus menuntaskan dua pertandingan terakhir untuk melenggang ke babak 16 besar.
Sebelumnya dalam pertandingan PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung diwarnai insiden tendangan brutal.
Dalam laga ini, Putra Jaya mengenakan jersei warna kuning sedangkan Perseta jersei hijau. Dari video live streaming yang ditayangkan di kanal YouTube PSSI Jawa Timur, insiden bermula saat Firman Nugraha, pemain Perseta hendak merebut bola tapi tiba-tiba secara sengaja ditendang dengan brutal oleh Muhammad Hilmi tepat mengenai dada.
Pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha ditandu keluar lapangan dan dibawa ke ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Dari video yang diterima detikJatim, Firman sempat memperlihatkan dadanya yang tampak membekas pul sepatu bola.
(auh/abq)
