Menanti Polda Jatim Umumkan Hasil Autopsi 2 Korban Tragedi Kanjuruhan

Menanti Polda Jatim Umumkan Hasil Autopsi 2 Korban Tragedi Kanjuruhan

Fatichatun Nadhiroh - detikJatim
Rabu, 30 Nov 2022 10:51 WIB
autopsi 2 jenazah korban kanjuruhan
Autopsi korban Kanjuruhan (Foto file: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Surabaya -

Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menanti hasil autopsi. Dua jenazah aremania bernama atasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13) dilakukan autopsi Sabtu (5/11/2022). Autopsi dilakukan di Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Kini, keluarga korban saat ini menanti hasil autopsi tersebut dari penyidik. Pasalnya, autopsi ini sifatnya pro justicia atas permintaan penyidik kepolisian. Sehingga keluarga maupun tim hukum korban hanya bisa menunggu penyidik membuka dan menyampaikan hasil autopsi.

"Info dari ketua tim dokter forensik hasil autopsi sudah selesai dan menunggu kabar kapan diambil penyidik Polda Jatim. Karena ini Pro Justicia, maka yang berwenang mengumumkan hasil autopsi adalah penyidik," ujar Kuasa Hukum korban Tragedi Kanjuruhan, Imam Hidayat saat dihubungi detikJatim, Selasa (29/11/2022).

"Penyampaian itu kemungkinan bisa dilakukan melalui konferensi pers, keterangan rilis resmi atau saat persidangan baru bisa dibuka dengan syarat mungkin yang membuka hasilnya adalah dokter ahli," sambungnya.

Imam menjelaskan informasi hasil autopsi itu sudah selesai dan sudah disampaikan kepada keluarga korban. Meski mendapat tanggapan positif, keluarga korban merasa khawatir dan bimbang menunggu hasil autopsi tersebut.

"Kabar itu saya sampaikan kepada ayah korban Devi Athok, beliau bilang alhamdulillah sudah selesai. Tapi saat ini masih membuatnya bertanya-tanya kematian dua putrinya disebabkan gas air mata kedaluwarsa atau bukan," kata Imam.

Sebab, sepengetahuan keluarga, jenazah korban tidak memiliki luka-luka yang mengarah terinjak-injak. Melainkan lebih karena terkena zat kimia.

"Karena Devi Athok menjelaskan, jenazah korban tidak ada luka lebam tanda diinjak-injak. Lebih kepada luka karena zat kimia, yaitu dari mulut keluar busa, muka hitam dan kemudian keluar air kencing dari alat kemaluannya," tuturnya.

"Tanda-tanda fisik dari luar itu yang kemudian, Mas Devi Athok singkronisasi bahwa kematian korban-korban itu disebabkan oleh gas air mata yang kedaluwarsa," sambungnya.

Sebelumnya, autopsi dilakukan dua kakak beradik korban Tragedi Kanjuruhan warga RT 1 RW 1 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Autopsi dilakukan 6 dokter forensik dari PDFI Jawa Timur dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dari Polres Malang yang berjaga.



Simak Video "2 Jenazah Korban Kanjuruhan Bakal Diautopsi Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dte/fat)