Andi Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal karena Infeksi Paru-paru Meluas

Andi Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal karena Infeksi Paru-paru Meluas

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 18 Okt 2022 21:38 WIB
Kepala Crisis Center Kanjuruhan dr Wiyanto Wijoyo
Kepala Crisis Center Kanjuruhan dr Wiyanto Wijoyo (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 133 orang. Korban terakhir, Andi Setiawan (33) meninggal dunia usai menjalani perawatan di ruang ICU RSSA Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sekaligus Kepala Crisis Center Kanjuruhan dr Wiyanto Wijoyo menuturkan, ada enam diagnosa yang menyebabkan warga Kolonel Sugiono Gang 3C, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu meninggal dunia.

Pertama korban mengalami gagal napas tipe 2 on ventilator. Lalu, contusio pulmonum H-14 (memar pada paru). Selanjutnya, Moderate Ards PF Ratio 160, disusul kemudian
Pneumoni (infeksi paruparu), syok sepsis (infeksi luas) dan penurunan kesadaran GCS 3 x 1 DD Hipoxic Ensephalopaty dan DD Septic Ensephalopaty.

"Dalam bahasa umumnya korban ini mengalami infeksi pada paru-paru yang meluas," kata Wiyanto kepada wartawan di kantornya Jalan Panji, Kepanjen, Selasa (18/10/2022).

Wiyanto menambahkan korban sebelumnya merupakan pasien dari RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang yang kemudian dirujuk ke ICU RS dr Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Sebelum meninggal dunia, kata Wiyanto, pada Selasa (18/10/22) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB kondisi korban masih stabil. Kemudian pukul 12.57 WIB mengalami penurunan kondisi dan tensi.

"Kemudian pukul 13.20 WIB dinyatakan meninggal dunia di ICU. Korban ini sebelum meninggal dunia sempat dirawat selama 17 hari," ujar Wiyanto.

Sementara untuk korban yang masih dirawat, saat ini masih terdapat 9 orang. Yakni 7 orang dirawat di RSSA Malang dan 2 orang di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

"Untuk para korban yang masih dirawat terus mendapat perawatan serius dan perhatian dari petugas medis," pungkas Wijoyo.



Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(mua/iwd)