Ketua PSSI Jatim Tinggalkan Forum Diskusi Usai Didesak Mundur Pentolan Bonek

Ketua PSSI Jatim Tinggalkan Forum Diskusi Usai Didesak Mundur Pentolan Bonek

Tim DetikJatim - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 22:49 WIB
Ketua Komisi Wasit PSSI A Riyadh pamit pergi usai menerima kritikan dari Bonek soal Tragedi Kanjuruhan
Ketua Komisi Wasit PSSI A Riyadh pamit pergi usai menerima kritikan dari Bonek soal Tragedi Kanjuruhan (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh keluar dari sebuah forum diskusi saat didesak mundur oleh Bonek. Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Diskusi Disway Forum bertajuk Mengakhiri Petaka Sepakbola Indonesia itu digelar Rabu petang (5/10/2022). Forum tersebut mengundang berbagai narasumber baik langsung maupun secara daring. Tak lupa sejumlah elemen jurnalis dan pentolan suporter ikut nimbrung dalam forum itu.

Para narasumber itu antara lain Dahlan Iskan (Founder Disway), Ram Surahman (Sekretaris Persebaya), Fajar Junaidi (Dosen UM Yogyakarta), Huzin Ghozali (Koordinator Bonek Green Nord 27) dan Miftahul Faham Syah (Pemerhati sepakbola).

Sedangkan dari narasumber dari PSSI yakni Ahmad Riyadh. Ia dihadirkan selaku Ketua Asprov PSSI Jatim dan Komisi Wasit PSSI. Moderator kemudian menanyakan apa yang sudah dievaluasi PSSI pasca-Tragedi Kanjuruhan.

Riyadh memaparkan. saat ini PSSI dan Kemenpora tengah menyusun sistem pengamanan baru untuk pertandingan bola. Penyusunan ini merupakan instruksi dari Kapolri sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Tim dari Kemenpora dan PSSI duduk untuk bagaimana nanti sistemnya. Nah semoga ini bisa cepat. Karena kalau ini nggak cepat dan selesai, liga nggak akan jalan. Kalau ini selesai, harus bisa berbentuk secara nasional," kata Riyadh.

Nah, saat giliran Huzin Ghozali perwakilan dari suporter berbicara, ia menyerukan bahwa rivalitas hanya 90 menit. Selebihnya adalah saudara. Sedangkan menyikapi Tragedi Kanjuruhan, pria yang akrab disapa Cak Conk itu kemudian menyebut PSSI adalah pihak yang paling bertanggung jawab.

Lalu apa bentuk tanggung jawabnya? Cak Cong tegas meminta Ketua PSSI dan seluruh jajarannya untuk mundur. Tak hanya itu, pentolan Bonek itu juga meminta untuk memotong satu generasi di kepemimpinan PSSI. Ini agar PSSI ditempati oleh orang-orang yang tepat dan tidak diisi oleh orang-orang lama.

"Harus ada yang bertanggung jawab, misalnya siapa yang paling utama bertanggung jawab? Saya kalau dari sisi suporter, ya federasi (PSSI). Kenapa harus federasi? Ya, yang mengelola liga memang operator, tapi semua sepakbola itu di tangan federasi," jelas Cak Conk.

"Ini korban kemanusiaan yang terbesar yang pertama di Indonesia. Semoga ini tidak ada lagi di Indonesia ke depan. Ini harus ada yang bertanggung jawab. Di mana saya anggap federasi ini gagal melindungi anak bangsa sebagai acara tontonan hiburan bukan tontonan adu nyawa itu tidak bisa dipertanggungjawabkan PSSI sekarang ini. PSSI nggak usah berbelit dan menuduh satu pihak baik itu suporternya atau keamanannya," sambungnya.

"Ini nyawa lho mas, bukan pertanggung jawaban apanya atau pidana, Ya secara organisasi mundur lah semua pengurus PSSI sekarang ini beserta semua jajarannya. Liganya, operatornya? Ya ganti semua operatornya," tandas Cak Conk.

Usai pemaparan Cak Conk, moderator selanjutnya memberikan kesempatan kepada dua narasumber lainnya. Tak lama, tampak di layar Riyadh langsung berdiri dan berpamitan kepada moderator Tomy Gutomo untuk undur diri. Menurut Tomy, Riyadh pamit karena harus bergegas ke Malang.

"Pak Riyadh tadi sudah bisiki saya, karena beliau harus ke Malang, karena banyak PR," ujar Tomy.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)