Ditawari Pangdam Jadi TNI, Aremania Korban Tendangan Pilih Wirausaha Saja

Ditawari Pangdam Jadi TNI, Aremania Korban Tendangan Pilih Wirausaha Saja

Tim detikJatim - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 22:50 WIB
Pangdam V Brawijaya saat temui suporter Aremania korban tendangan kungfu
Korban tendangan anggota TNI di Stadion Kanjuruhan yang memilih jadi wirausahawan daripada jadi TNI. (Foto: Istimewa)
Malang -

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto datang dan meminta maaf atas perbuatan anak buahnya yang menendang suporter Aremania. Aksi penendangan itu sempat direkam salah satu suporter dan viral di media sosial.

Ibu korban penendangan Isrotul membenarkan bahwa Pangdam datang untuk minta maaf ke rumahnya di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022). Waktu itu, Pangdam sempat bertanya kepada putranya Muhammad Hazemi Rafsanjani (16), cita-citanya menjadi apa?

"Saya gak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara silahkan. Tapi anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Isrotul sendiri menyampaikan bahwa anaknya yang akrab disapa Raffi itu memang suka menonton Arema FC saat bermain di Stadion Kanjuruhan. Ia menambahkan jika anaknya biasa berangkat menonton Arema FC bersama dengan teman-temannya.

"Suka. Setiap ada main di kandang dia nonton. Biasanya nonton sama teman mainnya dan teman sekolahnya juga," kata dia.

Selain Pangdam V/Brawijaya, Isrotul mengatakan bahwa pelaku yang menendang anaknya juga sempat datang ke rumah untuk meminta maaf. Pihak keluarga pun menerima itikad baik yang sudah dilakukan salah satu anggota TNI itu.

Namun, Isrotul menegaskan bahwa meski telah meminta maaf, keluarga tetap memilih untuk melanjutkan proses hukum atas perbuatan yang telah dialami oleh Raffi. Pihaknya juga telah membuat laporan terkait penendangan yang sempat viral di media sosial itu.

"Datang meminta maaf itu sudah sangat baik. Maksudnya punya inisiatif baik, tidak membiarkan. Dari pelaku sendiri sudah meminta maaf. Keluarga memaafkan, tapi hukum harus tetap berlaku," tandasnya.



Simak Video "2 Jenazah Korban Kanjuruhan Bakal Diautopsi Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)