Komnas HAM Sebut Awalnya Aremania Masuk Lapangan untuk Beri Semangat Pemain

Kabar Nasional

Komnas HAM Sebut Awalnya Aremania Masuk Lapangan untuk Beri Semangat Pemain

Tim detikNews - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 22:26 WIB
Kapten tim Arema FC Johan Alfarizi menabur bunga di luar Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/9/2022).
Pemain Arema FC saat tabur bunga di depan Stadion Kanjuruhan. Foto: (Getty Images/Ulet Ifansasti)
Malang -

Ada satu temuan penting dari investigasi Komnas HAM terkait awal mula pecahnya Tragedi Kanjuruhan. Komnas HAM menyebut bahwa awalnya Aremania turun ke lapangan untuk menyemangati pemain Arema FC usai dikalahkan Persebaya. Keterangan Aremania itu klop dengan apa yang dikatakan oleh pemain Arema FC.

"Ini yang sangat penting yang kami telusuri detail pendalamannya, adalah soal konstruksi kronologi peristiwa di saat pascapeluit berakhir. Jadi kan selama ini ada beberapa di awal-awal dikembangkan bahwa kericuhan atau kekerasan terjadi ketika suporter merangsek ke lapangan," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam lewat video berjudul 'Update Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM atas Peristiwa Kemanusiaan Stadion Kanjuruhan' yang diunggah Humas Komnas HAM RI dilansir dari detikNews, Rabu (5/10/2022).

Komnas HAM juga telah meminta keterangan pemain Arema FC. Mereka juga menyebut bahwa Aremania hanya ingin berkomunikasi dengan pemain.

"Yang kita telusuri, ke tengah lapangan terus dikatakan bahwa itu mau menyerang pemain. Kami telusuri itu. Jadi kami dengan beberapa Aremania, termasuk juga meng-crosscheck informasinya dengan para pemain. Jadi mereka merangsek itu memang mau memberikan semangat, berkomunikasi dengan pemain," sambung Anam.

Anam menekankan keterangannya ini berdasarkan hasil cek silang atau crosscheck dari pemain Arema FC, maupun Aremania. Anam pun menyampaikan gambaran keterangan kedua belah pihak.

"Kami crosscheck ke para suporternya, bilangnya ya 'Kami kan mau kasih semangat walaupun mereka kalah. Ini satu jiwa. Ayo Arema jangan menyerah'. Ketika kami crosscheck kalimat-kalimat itu, juga berdialog dengan teman-teman pemain, terutama pemain yang terakhir meninggalkan lapangan, itu juga disampaikan," ungkap Anam.

"Jadi dia menyampaikan terus juga menunjukkan video yang diambil oleh orang lain, 'Ini saya Mas, ketika saya dirangkul oleh suporter, kami pelukan dan ada satu komunikasi bahwa ini satu jiwa, ayo jangan menyerah, jangan menyerah. Jadi tidak ada pemain yang luka'," lanjut Anam.

Anam, masih berdasarkan keterangan yang dia dapat dari hasil investigasi Tragedi Kanjuruhan, menyebut tidak ada serangan suporter ke pemain di lapangan.

"Jadi kalau ada informasi yang bilang bahwa suporter ke sana mau menyerang pemain, itu bilang bahwa itu tidak seperti itu. Dan suporternya juga bilang bahwa tidak seperti itu. Jadi dinamika ini jadi penting," pungkas Anam.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)