Warga Sidoarjo Korban Tragedi Kanjuruhan Kritis, Keluarga Syok dan Pasrah

Warga Sidoarjo Korban Tragedi Kanjuruhan Kritis, Keluarga Syok dan Pasrah

Suparno - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 17:15 WIB
warga sidoarjo tragedi kanjuruhan masih koma
Kondisi Fiki Hermansyah yang sedang koma (Foto: Dok. keluarga Fiki Hermansyah)
Sidoarjo -

Fiki Hermansyah (22), warga Sidoarjo yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan masih kritis. Keluarga Fiki hanya bisa syok dan pasrah dengan kondisi anaknya yang koma dan masih dirawat di rumah sakit di Kepanjen.

Eva (41), tante Fiki mengaku mendapatkan kabar bahwa Fiki menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang hari Minggu (2/10) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

"Setelah mendapat kabar dari korlap Aremania asal Sidoarjo, kami sekeluarga langsung ke rumah sakit," kata Eva di rumahnya di Porong, Rabu (5/10/2022).

Setelah tiba di rumah sakit, Eva sangat kaget melihat keponakannya dalam kondisi masih koma tersebut. Fiki memang kelahiran Karang Tureng Malang dia sering melihat Arema saat pertandingan di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Fiki mengalami luka di bagian kepala, ada luka lebam di bagian kepala. Selain itu Fiki sering muntah-muntah, dari sisi tubuh bagian luar tidak terlihat luka. Namun saat ini Fiki masih koma," jelas Eva.

Menurut dokter yang merawatnya, mulai kemarin kondisi Fiki sudah membaik, meski hanya bisa mengedipkan mata, menggerakkan kepala, dan bisa meludah.

"Awalnya sekeluarga tidak mempunyai harapan, dari keterangan dokter kondisi Fiki membaik. Kami masih juga khawatir karena Fiki hanya bisa mengedipkan mata dan menggerakkan kepala," terang Eva.

"Fiki merupakan korban yang paling parah, beruntung Fiki fisiknya sangat kuat," tandas Eva.

Fiki merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, dari pasangan suami istri Suyanto dan Sumartiningsih. Saat ini sang Ibu tetap setiap menunggu Fiki di rumah sakit.

Suyanto orang tua Fiki hanya bisa pasrah menanti kesembuhan anaknya, yang saat ini tengah kritis dan dirawat di rumah sakit. Suyanto lebih memilih tinggal di rumah, karena tidak kuat melihat anaknya koma.

"Saya memilih mendoakan Fiki segera sembuh dari rumah saja karena saya tidak tega melihat Fiki sedang koma. Sementara istri saya bersama buliknya yang menunggu di rumah sakit," kata Suyanto.



Simak Video "2 Jenazah Korban Kanjuruhan Bakal Diautopsi Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)