Penjelasan RSSA Malang soal Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan

Penjelasan RSSA Malang soal Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 14:46 WIB
Dirut RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso saat konferensi pers.
Direktur Utama RSUD RSSA Malang dr Kohar Hari Santoso. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Direktur Utama RSUD dr Syaiful Anwar (RSSA) Malang dr Kohar Hari Santoso memastikan ada 21 jenazah yang ditangani di RS yang dia pimpin. Sebagian besar meninggal akibat trauma.

Dia pun menjelaskan apa yang dia maksud trauma hingga menyebabkan kematian para korban. Yakni trauma setelah mengalami benturan di kepala hingga dada yang tertekan.

"Jadi yang dimaksud trauma seperti misal benturan di kepala hingga pendarahan di otak itu meninggal, dada tertekan nggak bisa bernapas, ya meninggal," tuturnya.

Terhadap 21 jenazah korban Tragedi Kanjuruhan itu, selain melakukan penanganan RSSA Malang juga melakukan identifikasi. Saat ini seluruh jenazah sudah teridentifikasi dan sudah dibawa pulang.

"Sebanyak 21 jenazah itu sudah menjalani proses identifikasi, mulai pengecekan sidik jari, mencocokkan baju yang dikenakan, tanda-tanda seperti tato gitu," terangnya.

Tidak hanya menerima jenazah korban yang sempat tidak teridentifikasi, pascatragedi Kanjuruhan itu RSSA juga menangani sebanyak 56 korban yang mengalami luka-luka.

Dari total jumlah korban luka yang ditangani, sebanyak 26 di antaranya telah membaik dan sudah diizinkan untuk pulang.

"Yang 26 sudah membaik dan sudah pulang, tinggal sisanya masih proses perawatan," kata Kohar.

Tersisa 30 orang korban luka yang masih menjalani perawatan di RSSA. Sebagian besar masih dirawat karena mengalami luka benturan atau terjatuh.

"Jadi luka (memar) karena benturan, jatuh, karena berdesak-desakan; kebentur dadanya sehingga kesadaran menurun menjadi sesak napas; patah tulang. Ya semacam itu," kata Kohar.

Ada pun 30 orang tersebut masih dirawat di ruangan biasa, ada yang dirawat di ruangan High Care Unit (HCU), bahkan masih ada yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

"Saat ini ada sebanyak 30 korban yang masih dirawat di RSSA Malang. Dari 30 itu, 7 di antaranya dirawat di ICU, sisanya di HCU dan ruang biasa," ujar Kohar.

Seperti diketahui total secara keseluruhan masih ada 448 korban. Dari jumlah tersebut 125 diantaranya meninggal, 302 luka ringan dan 21 sisanya luka berat.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)