Seorang Suporter Arema Asal Blitar yang Sempat Hilang Akhirnya Ditemukan

Seorang Suporter Arema Asal Blitar yang Sempat Hilang Akhirnya Ditemukan

Fima Purwanti - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 10:51 WIB
Ade Yovana Ari Sandra (23), suporter asal Blitar yang masih hilang usai Tragedi Kanjuruhan
Ade Yovana Ari Sandra (23), suporter Arema asal Blitar yang sempat hilang saat Tragedi Kanjuruhan akhirnya ditemukan. (Dok. istimewa)
Blitar -

Seorang suporter Arema asal Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar yang sempat hilang saat Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dengan kondisi selamat oleh petugas Public Safety Center (PSC) Malang. Selanjutnya, korban dijemput oleh pihak keluarganya.

"Semalam kami menerima informasi dari keluarga apabila korban sudah ditemukan dan sudah dibawa pulang ke rumah," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa pagi (4/10/2022).

Christine menyebutkan, pihak keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada para petugas yang membantu proses pencarian Ade Yovana Ari Sandra (23). Keluarga juga bersyukur korban ditemukan dalam keadaan selamat.

"Keluarga korban tidak bersedia ditemui, tapi kami turut bersyukur korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat," tegasnya.

Lebih lanjut, kata Christine, pihaknya juga belum mengantongi alamat rumah korban secara rinci. Informasi yang didapatkan hanya sebatas nama dan asal Kecamatan Panggungrejo. Pasalnya, keluarga korban langsung melapor ke petugas petugas PSC Malang.

Hal serupa juga disampaikan oleh Camat Panggungrejo, Agus Priandoko. Dia mengaku tidak menerima laporan terhadap korban yang sempat hilang saat tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, keluarga langsung melapor hilangnya korban ke PSC tanpa melalui pihak Kecamatan.

"Kami belum ada informasi untuk korban yang sempat hilang itu, karena data kami hanya ada korban yang pasutri. Itu pun mereka sudah ditemukan, sang istri selamat dan ikut memakamkan suami ke Pasuruan," jelasnya saat dikonfirmasi secara terpisah.

Agus menegaskan, saat ini pihaknya masih menelusuri alamat Ade secara rinci. Sebab, wilayah Kecamatan Panggungrejo cukup luas, yakni ada 10 desa.

"Ini kami masih terus mencari alamat jelas korban dan keluarga, karena memang tidak ada laporan dari masing-masing kades. Mohon waktu, akan kami sampaikan apabila ada update informasi," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)