5 Warga Blitar Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ada Pasutri Belum Ditemukan

5 Warga Blitar Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ada Pasutri Belum Ditemukan

Erliana Riady - detikJatim
Minggu, 02 Okt 2022 14:59 WIB
Pemakaman warga Sutojayan, Blitar korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Pemakaman warga Sutojayan, Blitar korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Erliana Riady/detikjatim)
Blitar -

Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut data sementara warganya yang menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Berdasarkan data tersebut ada 8 korban berasal dari Blitar. Sebanyak 5 di antaranya meninggal dan 3 lainnya dalam kondisi kritis.

Kepala Dinkes Pemkab Blitar Christine Indrawaty menegaskan bahwa data yang dia terima adalah data sementara yang dia dapatkan dari Dinkes Kabupaten Malang.

Berikut ini daftar warga Blitar yang menjadi korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan:

1. Muh Riski Darmawan (16), warga Bence Kecamatan Garum
2. Andika Dwi Pradana (20), warga Kedawung Kecamatab Nglegok
3. Mustofa (15), warga Krajan Kecamatan Ngeni
4. M Mungizul Hidayatullah, warga Kedungbunder Kecamatan Sutojayan
5. Moh Khoirul Huda (28), warga Sidodadi Kecamatan Garum

Sementara daftar korban dalam kondisi kritis:

1. M Adam Hayakulmaki (17), warga Karangsono Kecamatan Kanigoro
2. Riki Febrinato (21) warga Talun yang kondisinya tidak sadar
3. Moh Ryan Dwi Cahyono (22) warga Dawuhan Kecamatan Kademangan yang mengalami patah tulang tangan.

Di luar data itu, dia juga mendapatkan informasi bahwa di antara warganya yang menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, ada sepasang suami istri warga Kedungrejo. Informasi yang dia terima sang suami dinyatakan meninggal, sedangkan istrinya belum ditemukan. Hanya saja, dia belum mendapatkan data lengkap nama korban.

"Ada dua orang yang diduga pasutri warga Kedungrejo. Ini yang pria meninggal, nah yang wanita belum diketemukan. Namanya kami juga belum tahu. Hanya dinyatakan sebagai warga Kabupaten Blitar begitu saja. Kami dapat infonyadari warga Kedungrejo. Kami belum mendapat informasi pasti yang ini," ujar Christine dikonfirmasi detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Christine mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan upaya penjemputan. Baik untuk keluarga meninggal maupun yang terluka dan dalam kondisi sadar.

"Yang kondisinya luka dan stabil kami pulangkan. Tapi yang kondisi kritis dan belum stabil kami tunggu karena semua biaya pengobatan ditanggung Pemprov Jatim," ungkapnya.

Dari sejumlah korban tewas, kata Christine, semua sudah dijemput ambulans dan langsung dimakamkan pihak keluarga. Christine juga meminta semua Camat memonitor warganya untuk segera mengetahui siapa saja yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Karena tidak menutup kemungkinan jumlah korban yang berasal dari Kabupaten Blitar akan bertambah.

"Kalau ada korban terluka dan ingin balik ke Blitar, silahkan langsung rumah sakit Pemkab Blitar atau puskesmas. Kami akan tanggung biaya pengobatannya," ujarnya.



Simak Video "2 Jenazah Korban Kanjuruhan Bakal Diautopsi Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)