Nama Joko Tingkir di Dunia Sepakbola

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 12 Agu 2022 15:58 WIB
Logo Klub Liga 1 mulai dari Arema, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara, Madura United, Mitra Kukar, Persebaya, Persela, Perseru, Persib, Persija, Persipura, PS Tira, PSIS, PSM, PSMS, dan Sriwijaya
Logo Persela/Foto: Infografis Detiksport
Lamongan -

Bagi warga Lamongan, Joko Tingkir merupakan sosok yang istimewa. Bahkan klub sepakbola kebanggaan mereka yaitu Persela, juga diberi julukan Laskar Joko Tingkir.

Nama adalah doa. Jadi, julukan Laskar Joko Tingkir juga dipilih berdasarkan doa dan harapan segenap pencinta Persela. Bukan sekadar adu keren atau adu sangar semata.

Skuad Persela diharapkan mewarisi segenap sikap Joko Tingkir. Joko Tingkir dikenal sebagai sosok yang kuat, gagah dan pemberani.

Ada kisah yang paling melegenda dari Joko Tingkir. Kisah tersebut yakni soal kegagahannya menumbangkan buaya besar.

Dengan mewarisi kegagahan Joko Tingkir, Persela diharapkan bisa menumbangkan semua lawan. Termasuk saat melawan klub besar.

Musim ini, Persela akan tampil di Liga 2. Persela menunjuk Fakhri Husaini sebagai pelatih. Fakhri mengajak segenap pihak untuk bersama-sama berjuang agar Persela tak lama-lama di Liga 2.

"Mohon doanya, mohon dukungannya dari seluruh stakeholder Persela Lamongan. Mari bersama-sama dengan semangat Joko Tingkir, kita akan maju bersama," ucap Fakhri seperti dalam video yang diunggah akun Instagram Persela, @perselafc, Senin (18/4/2022).

Kisah Kegagahan Joko Tingkir yang Diharapkan Diwarisi Persela:

Joko Tingkir lahir dengan nama Mas Karebet. Joko Tingkir tumbuh sebagai pemuda yang tangguh. Sebab ia gemar bertapa, berlatih bela diri dan kesaktian.

Ada banyak guru yang pernah ia jadikan tempat menimba ilmu. Mulai dari Sunan Kalijaga, Ki Ageng Sela hingga Ki Ageng Banyubiru.

Babad Tanah Jawi mengisahkan, pada suatu hari Joko Tingkir ingin mengabdi ke Kerajaan Demak. Ia ke Demak melalui sungai naik getek atau rakit bambu.

Kala itu, Joko Tingkir ditemani teman-teman seperguruannya. Dikisahkan, Joko Tinggir diserang sekawanan buaya.

Joko Tingkir bisa mengalahkan buaya-buaya tersebut. Bahkan buaya-buaya itu justru mengawalnya sampai Demak.

Joko Tingkir diangkat sebagai Adipati Pajang dengan gelar Adipati Adiwijaya. Ia juga menikahi Ratu Mas Cempaka, putri Sultan Trenggana.

Sultan Trenggana merupakan Raja Demak. Ia meninggal pada tahun 1546. Tiga tahun berselang, anak dari Sultan Trenggana yaitu Sunan Prawoto gagal meneruskan tahta, ia dibunuh Arya Penangsang.

Sehingga pada 1549 itu, Pusat kerajaan kemudian dipindah ke Pajang dengan Joko Tingkir sebagai raja pertama. Demak kemudian dijadikan kadipaten. Anak Sunan Prawoto jadi Adipatinya.



Simak Video "Ini Emak-emak di Lamongan yang Tutupi Nopol Pake Celana Dalam "
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)