Keseruan Penyandang Disabilitas di Laga Persahabatan Sepak Bola Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Minggu, 05 Jun 2022 14:24 WIB
Sepak bola amputasi di Surabaya
Foto: Sepak bola amputasi di Surabaya (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Sejumlah penyandang disabilitas bermain sepak bola di Lapangan Jangkar, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya pada Minggu (5/6/2022). Pertandingan itu bertajuk Sosialisasi dan Laga Persahabatan Tim Sepak Bola Amputasi se-Jawa Timur.

Laga persahabatan itu diikuti sebanyak 64 peserta. Para peserta berasal dari Blitar, Pasuruan, hingga Surabaya. Penonton tampak antusias menonton laga tersebut.

Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi (Persas) Askot Surabaya, Endro Suseno mengatakan meski pertandingan persahabatan, para peserta wajib menjunjung tinggi sportifitas dan fair play saat bertanding. Bahkan, wajib menaati dan menjalankan regulasi yang telah ditetapkan pihak panitia.

"Kami lakukan sosialisasi melalui pertandingan persahabatan ini, karena ini adalah hal baru dalam dunia olahraga di Surabaya," kata Endro saat ditemui detikJatim, Minggu (5/6/2022).

Endro menjelaskan sejak awal dibentuk pada 2022, sudah ada sejumlah peserta disabilitas yang mendaftar ke Persas. Para peserta ini biasanya telah mengalami kelainan fisik sejak lahir, hingga diamputasi karena kecelakaan atau penyakit.

Meski begitu, ia mengaku salut dan justru menyemangati mereka untuk bisa berolahraga layaknya masyarakat normal pada umumnya. Bahkan, ia bakal tetap memfasilitasi dan mencarikan panggung agar mereka bisa mengasah keahlian dalam bermain bola.

"Persatuan sepak bola amputasi Surabaya (Persas) ini terbentuk 25 Februari 2022, inisiatornya Jember dan Madura, itu pada 2 tahun lalu. Makannya, kami menyemangati teman-teman dan masyarakat untuk bisa berolahraga layaknya orang normal pada umumnya," ujarnya.

Menurut Endro, pertandingan ini diikuti 64 peserta. Mereka datang dari Malang, Pasuruan, Madura, hingga Surabaya itu disebut sebagai kegiatan 'pelepas dahaga' para peserta. Mengingat, 2 tahun lalu sempat vakum karena pandemi COVID-19.

"Ada 64 peserta dari Pasuruan, Blitar, Madura, Malang, dan Surabaya," tuturnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut bisa memajukan dunia persepakbolaan bagi kaum disabilitas di Indonesia. Ia bahkan berharap bisa menjadi barometer sepak bola amputasi di Indonesia.

"Harapannya, Jatim sebagai barometer sepakbola amputasi, serta untuk persiapan piala menpora, kita melatih tanding juga secara berkala, sekaligus untuk persiapan tanding timnas," tandas Endro.



Simak Video "Ini Program Pemerintah yang Bantu Disabilitas untuk Perlindungan Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)